IPNU NTB Harap Kongres Terapkan Sistem Musyawarah

Jakarta,
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat mengharapkan proses kongres IPNU XVIII yang akan berlangsung di Asrama Haji Boyolali, 4-8 Desember mendatang menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi. Pihak IPNU NTB memandang perlunya IPNU meniru model kepemimpinan NU.

“Kami harapkan AHWA bisa diterapkan oleh semua peserta Kongres,” kata Ketua IPNU NTB Syamsul Hadi di Mataram, Ahad (29/11).

Menurutnya, IPNU sebagai anak bungsu Nahdlatul Ulama mesti mengikuti orang tuanya yang telah menerapkan AHWA dalam memilih Rais Aam pada Muktamar Ke-33 NU lalu.

“Dengan mengedapankan musyawarah (AHWA) bisa menekan konflik dan mengurangi dinamika organisasi di forum hingga bisa menekan terjadinya money politic,” jelas Hadi.

Di samping itu, Calon Ketua Umum IPNU ke depan harus mereka yang mau mengurus bukan disuruh mengurus (calon titipan). Siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum nantinya harus berjiwa sederhana dan merakyat.

“Jangan ada jarak antara pusat, wilayah dan cabang. Kalau Ketumnya Jaim maka organisasi akan canggung dan kaderisasi tidak akan maksimal. Sementara IPNU bukan ruang kekuasaan melainkan organisasi kader berbasis pelajar yang tidak tepat kalau dibawa elit oleh para pimpinannya,” kata Hadi. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: