IPNU Padangpariaman: Pimmpinan Pusat Harus Perhatikan Luar Jawa

Padangpariaman,
Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke-18 harus mampu menghasilkan keputusan-keputusan penting terkait generasi masa depan. Juga, harus ada perhatian khusus terhadap pengembangan dan pembinaan pelajar NU di luar pulau Jawa.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Padangpariaman Fauzan Ahmad, sesaat menjelang keberangkatan ke Kongres IPNU, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (4/12). Fauzan didampingi tiga pengurus IPNU Kabupaten Padangpariaman lainnya, Syaiful Azhar (Sekretaris), Afrianto Saputra (bendahara), Marzul Efendi (Koordinator Bidang Jaringan Sekolah dan Pesantren) dan Faisal Amri Tanjung (CBP IPNU).

“Siapa pun yang akan memimpin PP IPNU ke depan, sudah saatnya memperhatikan pengembangan dan peningkatan kualitas IPNU di luar pulau Jawa. Alasannya, di pulau Jawa di tingkat wilayah, cabang dan komisariat/ranting sudah banyak bisa mendiri. Apalagi sekolah, pesantren dan madrasah banyak yang dimiliki warga dan organisasi NU. Sehingga untuk menggerakkan IPNU tidaklah terlalu sulit,” kata Fauzan, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman.
 
Dikatakannya, kondisi di luar pulau Jawa jauh berbeda. Seperti di Sumatera Barat, khususnya di Padangpariaman, tidak ada lembaga pendidikan yang sepenuhnya dimiliki warga NU atau NU. Untuk masuk ke sekolah umum, tidaklah mudah. Tidak adanya dukungan dari pihak sekolah, sangat sulit IPNU dikembangkan. Padahal, kehadiran IPNU yang selalu mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, Islam rahmatan lil ‘alamin, sangat dibutuhkan pelajar saat ini.
 
Kondisi demikian, kata Fauzan, mengandalkan kemampuan dari pengurus PC IPNU semata juga amat terbatas. Untuk menggairahkan organisasi IPNU di luar Jawa ini, bagaimana pemimpin IPNU ke depan dapat memperbanyak melaksanakan kegiatan nasional maupun regional di tingkat wilayah. Terutama pelatihan kaderisasi secara berjenjang perlu diperkuat.
 
Fauzan menilai, terkait dengan kaderisasi, IPNU pantas belajar dari kakaknya, GP Ansor yang konsen dan fokus dengan kaderisasi. Ansor dibawah kepemimpinan Nusron Wahid yang baru saja digantikan Gus Tutut, terbukti berhasil menjalankan program kaderisasi yang tertutup dan terkontrol dengan baik. “Kami dari Padangpariaman berharap Kongres berjalan lancer, tertib dan damai,” kata Fauzan menambahkan.  
 
Sebelum berangkat, rombongan IPNU Padangpariaman berziarah ke makam Syekh Burhanuddin yang terletak di Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman. Selain itu, bersilaturrahmi kepada mantan Ketua IPNU Padangpariaman M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo dan sejumlah ulama lainnya di Padangpariaman. (armaidi tanjung/abdullah alawi)  
 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)