IPNU Way Kanan Siap Jadi Pemantau Pemilukada

Way Kanan, NU Online
Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Way Kanan mengajak pelajar NU terlibat aktif dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Rabu 9 Desember mendatang. Pelajar NU yang sudah memiliki hak suara dan hak pilih, diminta partisipasinya untuk mengawal jalannya pemilukada mendatang.

“Pelajar NU yang menapaki pendidikan di jenjang menengah ke atas, tentu tak sedikit yang sudah memiliki hak pilih. Bagi kami tentu menolak untuk golput,” terang Ketua IPNU Way Kanan Zaenal Abidin di Blambangan Umpu, Selasa (30/6).

Menurut alumnus STAI Al-Ma’arif Way Kanan ini, pelajar NU harus selalu menghadirkan spirit kebangsaan sebagaimana telah dicontohkan oleh para sesepuh dan pendiri NU yang peduli terhadap nilai demokrasi.

Beberapa hari yang lalu, IPNU Way kanan melakukan komunikasi dan kordinasi dengan KPU Way Kanan untuk menjadi pemanatu pemilukada 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU Way Kanan Erwan Bustami membenarkan kedatangan IPNU yang melakukan koordinasi terkait minat organisasi pelajar NU tersebut sebagai pemantau.

Erwan mengatakan, saat ini KPU Way Kanan mengundang organisasi atau lembaga independen lainnya untuk menjadi pemantau Pemilukada 9 Desember mendatang. Calon pemantau pilkada ini berasal dari lembaga resmi yang telah berbadan hukum, baik ormas, atau lembaga yang memang membidangi.

Selain itu, calon pemantau disyaratkan berasal dari lembaga yang memiliki struktur kepengurusan yang jelas serta memunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan pada pilkada di Kabupaten Way Kanan, kata Erwan.

Ketua Pimpinan Cabang Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (GARUDA KPP-RI) Way Kanan Heri Amanudin mengatakan bahwa masyarakat  diharapkan bisa cerdas dalam memilih. Jika ada kandidat yang bermain money politic, itu sudah jelas tidak boleh dipilih.

“Sebab, calon yang main money politic, disadari atau tidak, telah melakukan penodaan terhadap nilai demokratisasi. Juga, melecehkan rakyat dengan mengetengahkan suap,” ujar Heri yang pernah memimpin PKC PMII Sumatera Selatan tersebut. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: