Islam Nusantara Respon Tepat NU Hadapi Persoalan Bangsa

Jombang, Islam Nusantara merupakan respon tepat Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjawab persoalan bangsa Indonesia seperti intoleransi. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) Nia Sjarifudin, Sabtu (1/8) malam, di Jombang, Jawa Timur.

Menurut Nia, Islam Nusantara adalah sinar yang memancar dari NU untuk orang-orang yang berupaya mengubah Bhinneka Tunggal Ika,” kata dia pada “Silaturahmi dan Dialog Kultural” dihelat Jaringan Lintas Iman Nusantara di foof court Denala, dengan tema, “Meneguhkan Indonesia Sebagai Rumah Bersama”.

Nia menyarankan parlemen juga turut berpartisipasi, bekerja dan jangan diam berpangku tangan terhadap mereka yang ingin menyeragamkan kebhinnekaan.

“Kita berharap Presiden Jokowi, Jokowi bisa mewujudkan Nawa Cita. Kita jangan menggerutu terus, tapi berpartispasi aktif memberi sumbangsih pemikiran positif. Lawan kita dulu jelas, kolonialisme yang membawa bedil, zaman sekarang seperti kata Presiden Sukarno, musuhnya sesama anak bangsa,” paparnya.

Karena itu, demikian Nia menambahkan, Islam Nusantara merupakan respon tepat keprihatianan NU atas permasalahan bangsa.

“NU harus bersama kita, dan kita harus bersama NU. Kita ingin NU menjaga empat pilar kebangsaan,” kata Nia pada acara dihadiri Presiden Sarbumusi Syaiful Bahri Ansori itu.

Selain Nia, Bhikkhu Nyana Virya dari Wihara Majapahit Trowulan juga menyampaikan harapannya pada NU.

“Saya memantau pra muktamar NU. Saya mengapresiasi Islam Nusantara. Kami juga suka jika pada Ramadhan diajak berbuka bersama, dulu sama mbak Inayah Wahid. Penghormatan atas perbedaan ini nanti akan kami lakukan lagi,” tuturnya.

Ia lalu mengingatkan, pada Muktamar NU di Situbondo, NU sudah menegaskan bahwa Pancasila dan UUD 45 merupakan pondasi. “Artinya, NU berpijak pada Pancasila dan UUD 45,” kata dia lagi.

Senada dengan Nia dan Bhikkhu Nyana, Dian Jennie dari pengahayat Sapto Darmo yang hadir dan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu juga mengapresiasi Islam Nusantara.

“Kalau kita membiarkan diskriminasi di depan mata kita, artinya kita setuju dengan diskriminasi. NU dengan Islam Nusantaranya semoga bisa tetap menjadi ujung tombak bagi keberagaman di Indonesia,” kata Jennie. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)