Jamaah Haji Korban Crane Dapat Santunan 3.8 Milyar

Jakarta, NU Online
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak membenarkan pernyataan Raja Salman Bin Abdul Aziz Hafidzahullah yang memerintahkan pemberian santunan saju juta riyal atau setara Rp3,8 miliar untuk tiap korban meninggal dunia akibat crane jatuh di Masjidil Haram pekan lalu.

“Raja Salman menginstruksikan untuk memberikan santunan sebesar satu juta riyal untuk korban meninggal dunia dan juga satu juta riyal kepada mereka yang cedera atau cacat seumur hidup,” kata Mustafa dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Untuk korban yang cedera ringan akan mendapat santunan 500 ribu riyal (Rp1,9 miliar), sedangkan untuk korban luka yang tidak mampu melanjutkan ibadah haji akan diberikan kesempatan beribadah haji tahun depan sebagai tamu kerajaan Saudi Arabia.

“Raja juga menginstruksikan untuk memudahkan pemberian visa kunjungan pada keluarga korban untuk menjenguk korban yang masih dirawat di rumah sakit di Saudi,” tambah dia.

Selain memberikan santunan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bin Saud juga mengundang keluarga korban meninggal akibat insiden jatuhnya alat derek (crane) untuk berhaji tahun 2016.

“Selain memberikan santunan, Yang Mulia Raja juga menginstruksikan untuk mengundang anggota keluarga dari masing-masing korban meninggal dari jamaah haji luar negeri menjadi tamu undangan Khodim Al Haromain Al Syarifain pada musim haji tahun 1437 Hijriyah (tahun depan),” kata Mustofa.

Untuk para korban cedera yang belum menyelesaikan ibadah haji karena faktor pemulihan kesehatan, kata dia, mereka dapat melaksanakannya pada tahun depan dengan menjadi tamu undangan serupa.

Secara umum, kata dia, pemerintah Saudi memberikan perhatian dan santunan tanpa membeda-bedakan asal usul negaranya. 

Terkait tindak lanjut terhadap korban insiden, Mustofa mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempermudah proses identifikasi korban.

Bagi keluarga korban meninggal, kata Mustofa, pemerintah Saudi memberikan kebebasan kepada keluarga dalam hal mengurus jenazah. Jenazah dapat dibawa pulang ke Tanah Air atau dimakamkan di Tanah Suci.

“Kami juga memberikan kemudahan visa kunjungan kepada keluarga korban yang hendak menengoknya di sejumlah rumah sakit di Saudi,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mustofa mewakili Arab Saudi menyampaikan belasungkawa kepada pihak yang menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya derek. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: