Jangan Gadaikan Ansor Untuk Kepentingan Politik

Waykanan, NU Online
Pemilihan kepala daerah di Indonesia termasuk Provinsi Lampung akan dilangsungkan pada 9 Desember 2015. Dewan Penasehat GP Ansor Waykanan Triwana mengingatkan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) itu tetap berdiri di atas khittah organisasi sosial, bukan bergerak untuk kepentingan politik praktis.

“Ansor bukan lembaga yang bisa dipermainkan. Saya mengingatkan, Ansor Waykanan harus netral,” ujar Triwana di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Kamis (27/8).

Pilkada di Waykanan diikuti dua pasangan calon, Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar, serta Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Untuk diketahui, sejumlah politisi Waykanan dari sejumlah partai seperti Hanura, Demokrat, PKB dan PDI Perjuangan tercatat sebagai Dewan Pembina GP Ansor Waykanan periode 2014-2018. Namun demikian, di dalam Ansor para politisi tersebut tidak berpolitik.

“Berpolitik adalah hak setiap anggota Ansor. Tapi Ansor bukan partai politik yang bisa menyatakan dukungan untuk calon kepala daerah tertentu. Di luar organisasi itu hak masing-masing anggota yang ingin berpolitik. Saya minta dan mengingatkan, jaga nama baik organisasi,” kata Triwana yang juga Ketua Panitia Pengawas Pemilu Waykanan itu menambahkan.

Nama Ansor merupakan nama kehormatan diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah.

Agar kaum muda bisa mengambil hikmah serta teladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. KH Abdul Wahab Chasbullah, ulama besar sekaligus guru besar kaum muda saat itu menyarankan penggunaan nama Ansor.

Triwana menambahkan, GP Ansor harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat Ansor, yakni sebagai penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam.

“Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota GP Ansor. Sekali lagi, jangan gadaikan Ansor untuk kepentingan politik praktis,” paparnya.

Senada Triwana, Dewan Penasehat GP Ansor Waykanan lainnya Iskardo P Panggar juga mengingatkan agar pengurus cabang, anak cabang dan ranting Ansor di Waykanan untuk tidak membawa organisasi pemuda NU itu dalam politik praktis.

“Jangan. Jangan pernah lakukan itu,” ujar Iskardo yang juga Ketua KPU Waykanan itu mengingatkan. (Tegar Inartsa Tantra/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)