Jika Didiamkan, Radikalisme Kikis Islam sebagai Agama Rahmat

Pringsewu, Radikalisme adalah pemikiran dan tindakan untuk sebuah perubahan sosial atau politik dengan cara cepat memalui tindak kekerasan. Ketika seseorang sudah memiliki pemikiran radikal atau ekstrem maka diperlukan strategi dan proses yang lama untuk memulihkannya.

Wakil Ketua Tanfidziyyah PWNU Provinsi Lampung H. Heri Iswahyudi menyampaikan hal itu ketika menjadi pemateri pada Seminar Pendidikan yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (10/10).

Menurutnya, salah satu penyebab munculnya dan merebaknya paham-paham radikal adalah kegagalan pendidikan nasional. Oleh karena itu, Heri yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu ini memiliki langkah dalam memberantas paham ini agar tidak masuk dalam dunia pendidikan.

“Peningkatan potensi dan kualitas kepala sekolah dalam bidang sosial, peningkatan disiplin sekolah, peningkatan kepedulian sekolah terhadap lingkungan, monitoring serta wawasan kebangsaan, itulah langkah yang harus ditempuh,” tegasnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Pendidikan Keagamaan Sebagai Benteng terhadap Paham Radikalisme” ini diikuti oleh lebih kurang 250 tenaga pendidik yang merupakan utusan sekolah tingkat SD, SLTP dan SLTA di Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Geding NU Pringsewu tersebut juga menghadirkan Wakil Rektor III IAIN Raden Intan Bandarlampung Prof. DR. Syaiful Anwar, M.Pd. Menurut Syaiful, salah satu akar masalah munculnya radikalisme adalah dikarenakan kurangnya pemahaman dalam memaknai agama.

Oleh karenanya perlu tindakan pencerahan bagi seluruh umat untuk terus belajar dan mendalami agama secara sempurna dan menyeluruh. “Radikalisme jika didiamkan saja akan mengikis (citra) ajaran agama Islam sebagai rahmat seluruh alam,” tegasnya.

Dan menurutnya, perlu sekali dilakukan kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan, diskusi dan seminar dalam rangka membentengi umat khususnya generasi muda dari paham-paham radikalisme. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: