“Jimat” Subang Santuni 400 Anak Yatim dan Dhu’afa

Subang, Salah satu program tahunan jamaah Jimat (Pengajian malam jum’at) Subang adalah menyantuni anak yatim dan dhua’fa setiap tanggal 10 Muharam. Tahun ini, forum pengajian yang sudah menjadi Yayasan Jimat Subang ini menyantuni lebih dari 400 yatim dan dhu’afa di Pesantren Al-Karimiyah Subang, Jawa Barat, Jum’at (23/10).

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jimat Subang, Usep Odong Sungkawa, SPd, melaporkan perkembangan program santunan dari tahun ke tahun sejak empat tahun yang lalu.

“Kegiatan santunan ini adalah tahun keempat, tahun pertama target santunan 100 orang, realisasinya 126 orang, tahun kedua target 200 orang, pelaksanaannya 216, tahun ketiga target 300 pelaksanaannya 363 orang, tahun sekarang target 400 orang ternyata ada 435 orang, alhamdulillah setiap tahun selalu melebihi target,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dana yang terkumpul untuk kegiatan santunan ini berasal dari sumbangan para jamaah jimat, PT. Pertamina, OI Subang dan para donatur lainnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Jimat Subang, Kiai Thala’al Badar Karim menceritakan sejarah terbentuknya pengajian malam jum’at (jimat). Menurutnya, adanya pengajian jimat bermula dari perkelahian antar kampung. Ketika proses mediasi di kantor kepolisian dilakukan, belakangan diketahui bahwa kedua pimpinan kelompok yang berkelahi tersebut ternyata masih bersaudara.

“Ini akibat kurangnya silaturahmi. Untuk merekatkan tali silatirahmi akhirnya kita buat pengajian setiap malam jum’at. Bahkan sejak satu tahun terakhir jamaah ibu-ibu pun banyak yang mengikuti pengajian,” papar Ketua MWCNU Patokbeusi, Subang itu.

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan orang itu, turut hadir para ulama Subang, anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq, Ketua DPRD Subang, Ir Beni Rudiono, pejabat daerah setempat, dan para jamaah Jimat. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: