Jombang Siapkan Usul Kaderisasi Pandu di Kongres Ansor XV

Jombang,
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tengah merumuskan kaderisasi Pandu untuk diusulkan pada kongres Ansor ke-XV  di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, (25-27/11/2015). Mereka bertekad memperjuangkan rumusan ini melihat pentingnya gerakan organisasi kepanduan ke depan.

Ketua PC GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto menegaskan bahwa Pandu Ansor dapat menjawab ketimpangan kaderisasi di tubuh Ansor atau Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang selama ini banyak diisi oleh kebanyakan kader berusia di atas 40-an, sehingga proses kaderisasi mereka sedikit terbengkalai.

“Saat ini GP Ansor, yang merupakan organisasi pemuda, namun justru banyak diisi kader berusia di atas 40-an. Banyak dari kader Ansor maupun Banser yang tidak mau beranjak ke Nahdhatul Ulama’ (NU),” katanya kepada , Sabtu (21/11).

Ketimpangan antara kader Ansor yang berusia muda dan yang senior akan menjadi persoalan tersendiri dalam interrelasi kader. Sistem kaderisasi di Ansor yang sudah ada sudah cukup baik, hanya perlu ada penekanan kembali pada kader muda yang baru hadir di Ansor.

“Maka harus ada upaya untuk memediasi ketimpagan itu. agar semangatnya tetap menggelora dan Ansor menjadi wadah yang menarik untuk diikuti dan beraktualisasi diri. Pandu Ansor mampu menjawab tantangan itu,” tuturnya.

Pria yang kerab disapa Gus Antok itu mengungkapkan, Pandu Ansor atau yang biasa disebut dengan Syubbanul Wathon dan Ahlul Wathon adalah cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, namun pada perkembangannya Pandu Ansor hendaknya menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU.

“Pandu Ansor adalah Gerakan Kepanduan yang bernapaskan agama, yakni agama Islam yang memiliki paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja),” terangnya.

Dalam melakukan proses pendidikan kepanduan Ansor, Gus Antok mengatakan setidaknya mulai dikenalkan di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat umum dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan dengan prinsip-prinsip Keansoran, ke-NU-an dan keindonesiaan.

“Pandu Ansor merupakan sebutan bagi kader dan anggota Gerakan Pemuda Ansor, yang meliputi usia  18-25 tahun. Pada kelompok kader atau anggota usia di atas 25 tahun dapat tersebar dalam struktural Ansor maupun Banser di semua tingkatan,” tandasnya. (Syamsul/Abdullah)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: