Jum’at, IPNU Bertafakur Ayat Allah Perihal “Air”

Kudus,
Persatuan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Persatuan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kudus, bersama mengisi hari Jum’at dengan diskusi yang bertempat di Gedung NU Kudus, Jalan Pramuka 20 Kudus, Jum’at (27/11).

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini, terinspirasi dari atas dasar kegelisahan tentang sikap manusia yang menghambur-hamburkan air tidak sewajarnya inilah yang dibuat tema “Air” sebagai bahan diskusi. 

“Ternyata yang dihambur-hamburkan manusia itu tidak hanya uang saja, tetapi air pun dihambur-hamburkan,” jelas Istahiyyah, wakil ketua IPPNU, mengawali diskusi kali ini dengan motivasi kepada seluruh peserta diskusi.

Dalam pembahasan diskusi terdapat ayat Al-Qur’an yakni surat Hud:7 yang artinya “Dan Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Dan sesungguhnya singgasana-Nya di atas air” atas dasar ayat ini, air menjadi kebanggaan dan dijadikan inspirasi arsitektur masa kini dengan menciptakan sebuah bangunan yang berdekatan dengan keberadaan air.

Usai diskusi, peserta dipersilahkan menyampaikan argumen atau menyimpulkan hasil pembahasan diskusi. Yaumis Salam, salah satu peserta menyampaikan argumennya. 

“Resapan air perlahan mulai berkurang dikarenakan sumbernya yakni tanah, mulai di cor, paving, yang kesemuanya itu menghambat sumber air.”

Kesimpulan dari diskusi ini disampaikan oleh Istahiyyah bahwa pintu air mulai dikunci oleh manusia dengan cara di cor, paving dan sebagainya. Rumah air yakni pohon dilenyapkan oleh manusia. Akhirnya air menangis karena terlalu sadis manusia memperlakukannya.

Harapan dari diskusi kali ini agar tumbuh kepedulian untuk tidak mengeksploitasi air secara berlebihan untuk hal yang kurang bermanfaat. (Aang Riana Dewi/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: