Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

Jepara, Kader muda NU baik yang bernaung di IPNU-IPPNU, PMII maupun GP Ansor dituntut untuk turut menjaga eksistensi NU di lembaga pendidikan dan di tengah masyarakat. Pergerakan kader NU saat ini harus sesuai dengan konteks modernisasi dengan mampu menggunakan Teknologi untuk dakwah Aswaja NU.

Demikian diuraikan Muhammadun Sanomae, aktivis muda NU Jepara saat menjadi pembicara dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu.

“Dengan melek teknologi, kader NU juga bisa menularkan kemampuannya kepada para kiai, sehingga dakwah Aswaja semakin kuat,” jelas Muhammadun yang juga Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka).

Misalnya dalam mengelola website, kader NU dituntut untuk meng-update, sedang para kiai menjadi narasumbernya. Konten-konten yang sudah dibuat, imbuh lelaki asal Pati ini, kemudian disebarkan agar penerus NU tidak terpengaruh oleh situs-situs radikal. 

Yang patut diapresiasi yaitu dua kader muda NU asal Jepara, Syafiq Hasyim dan Akhmad Sahal yang berperan dalam dakwah NU di media sosial. Tidak hanya bergerak melalui teknologi, kader muda NU harus melakukan gerakan nyata. 

Kegiatan yang diinisasi PC Lakpesdam NU dengan menggandeng PCNU dan Unisnu Jepara ini juga menghadirkan KH Ubaidillah Nur Umar (Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara) dan H Fathurrofiq (Direktur Bank Nusumma). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)