Kader NU Mesti Berkiprah di Berbagai Bidang Kehidupan

Jepara, Pada era 90-an pelajar NU yang memiliki kemampuan di berbagai bidang memang tidak banyak. Bisa dihitung dengan tangan. Tetapi saat ini hukumnya “wajib” kader NU menguasai berbagai bidang. Misalnya hukum tata negara, arsitek, hukum Islam dan sebagainya.

“Kader NU dari Jepara kedepan tidak hanya lahir pengusaha mebel tetapi semua bidang ada. Ketika ruang kompetisi dimulai apa pun peluang itu harus dari warga NU,” kata Ahmad Muqowam, anggota DPD RI dalam Seminar Nasional ‘Memperkuat Sistem Demokrasi Pancasila’ di aula LP Ma’arif NU Jepara, Ahad (08/11).

Menurut Ketua Umum PB IKA PMII ini, produk pendidikan kader NU di berbagai bidang ini tidak langsung terasa manfaatnya sekarang. Namun ia meyakini, 10 hingga 20 tahun mendatang baru terasa. Sehingga, ia mengajak kepada seluruh kader NU untuk menyiapkan sumber daya manusia dan konsolidasi untuk masa depan.

Lelaki kelahiran Salatiga, 1 Desember 1960 itu mulai prihatin karena NU mulai disusupi oleh kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan cita-cita para founding fathers.

“IPNU-IPPNU misalnya, yang bagi saya masih orisinil dan tidak disusupi oleh kelompok/aliran lain. Semoga kita mampu mempertahankannya,” tegas Muqowam.

Keprihatinan-keprihatinan yang ia ungkapkan tentu beralasan. Misalnya DPD di tempat ia bekerja saat ini, 3 anggota lain bukan dari NU. Alhasil, kader NU kedepan mau tidak mau juga harus ikut dalam percaturan politik. Sehingga pemikiran NU mewarnai kehidupan politik di Indonesia.

Dalam kegiatan hasil kerjasama PC IPNU-IPPNU Jepara dengan DPD RI hadir sebagai pemateri Subarkah, dosen Universitas Muria Kudus (UMK) dengan materi “Pembangunan Hukum dan Demokrasi Pancasila”. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: