Kemenag Waykanan Dukung Kelanjutan BPUN GP Ansor

Waykanan,
Gebrakan GP Ansor melalui pesantren kilat bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) betul-betul bisa dirasakan masyarakat kecil kurang mampu. Karenanya, program ini perlu mendapat dukungan dari masyarakat luas.

Demikian penilaian Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Waykanan H Helmi.

“Kami selaku Kasi Pendidikan Madrasah sangat mendukung program pendidikan itu mengingat masyarakat Waykanan ini untuk masalah ekonomi masih banyak perlu uluran tangan,” ujar Helmi di Blambangan Umpu, Jumat (23/10).

BPUN merupakan program yang mengantarkan siswa-siswa kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SBMPTN dengan program studi beragam.

Di Waykanan, BPUN pertama kali dihelat melalui GP Ansor Waykanan di pesantren Tahfidzul Quran km 5 Blambangan Umpu yang diikuti 14 peserta dari SMAN 1 dan 2 Blambangan Umpu, SMAN 1 Baradatu dan SMAN 2 Gunung Labuhan, dan mengantar lima peserta memasuki PTN idaman mereka.

Kegiatan itu sukses dengan dukungan sejumlah pihak baik lembaga atau individu seperti Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Tim Penggerak PKK, akademisi DR Rina Marlina, praktisi kesehatan dr Yusuf J Mustofa, pengusaha Khairul Huda hingga tokoh tarekat al-Qadiriyah wa al-Naqshabandiyah Ustadz Husnan Ghofur.

“Kalau melihat dari jumlah siswa yang ikut, itu prestasi sangat besar. Jumlah yang ikut ada 14 orang dan lolos seleksi lima orang. Itu sudah hampir 40 persen yang berhasil masuk PTN, itu sudah hasil luar biasa. Artinya gerakan dan gebrakan Ansor Waykanan ini memang betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat kecil kurang mampu, mari kita lanjutkan program ini. Kami sangat mendukung,” kata Helmi. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: