Kepada Ormas dan Orpol Nasional, PBNU Sampaikan Pengalaman Pengelolaan Arsip

Jakarta, Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Mun’im DZ menyampaikan pengalaman NU dalam mengelola arsip dan dokumen organisasi di hadapan puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi politik (orpol) di Jakarta, Selasa (9/6).

Kegiatan bertajuk Sosialisasi Pengelolaan Arsip Ormas Orpol diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dihadiri perwakilan ormas dan partai politik nasional, dari PBNU diwakili Lajnah Ta’lif wan Nasyr dan Perpustakaan PBNU.

Abdul Mun’im mengatakan, PBNU telah melakukan kerjasama resmi dengan ANRI sejak tahun 1983. Waktu itu Sekjen PBNU KH Moenasir Ali  menyerahkan arsip dari kantor di jalan Kramat Raya Jakarta Pusat ke pihak ANRI. Arsip yang diserahkan berupa kertas kerja PBNU selama periode 1952 hingga 1982.

Kerjasama dengan pihak ANRI diteruskan periode kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Mun’im, penataan arsip NU telah dilakukan secara besar-besaran sejak periode kepemimpinan Gus Dur yang didukung oleh Lakpesdam NU.

Pada periode berikutnya, PBNU menyerahkan kertas kerja organisasi selama 15 tahun periode kepemimpinan KH Gus Dur kepada pihak ANRI setelah dilakukan proses akuisisi selama beberapa bulan. Pada 2014 dan 2015, secara berkala, menurut Mun’im DZ PBNU menyerahkan dokumen berkategori “arsip statis” kepada pihak ANRI.

Saat ini arsip NU di ANRI sudah lengkap berisi bermacam-macam dokumen surat-menyurat, hasil muktamar, pertemuan alim-ulama, sidang pleno, administrasi keanggotaan, foto-foto penting hingga catatan keuangan, kepengurusan, dan badan otonom dan lembaga NU. Berbagai dokumen dan foto telah diidentifikasi dan diklasifikasi agar bisa diakses dengan mudah.

“Melalui kerja sama dengan ANRI, kita berharap publik akan melihat NU secara positif. Dan alhamdulillah secara bertahap persepsi orang dan terutama para pengamat dan peneliti semakin positif terhadap NU,” kata Mun’im DZ.

Menurut Mun’im, kerja kearsipan di lingkungan NU didukung oleh pribadi-pribadi tokoh dan kader NU yang mengabdikan diri menyelamatkan arsip NU. Mun’im menyebut kepeloporan KH Umar Burhan di Gresik Jawa Timur dan pewarisnya KH Chisni Umar Burhan yang rumahnya menyimpan banyak sekali arsip NU pada periode-periode awal. Di lingkungan PBNU ia juga mengapresiasi kerja Kepala Perpustakaan Satiri Ahmad yang mengelola arsip NU dengan baik bersama PP Lakpesdam NU.

Sebelumnya, Kepala ANRI Mustari Irawan menyampaikan, berbagai dokumen penting yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik merupakan kekayaan yang bernilai tingi untuk membangun bangsa ke depan. Seperti NU, ia berharap semua pihak menaruh perhatian pada pengelolalan arsip masing-masing dan secara berkala menyerahkan arsip statisnya ke ANRI. (A. Khoirul Anam)

Foto: Ruang Perpustakaan di lantai 2 kantor PBNU Jalan Kramat Raya I64 Jakarta Pusat menyimpan banyak sekali dokumen bersejarah NU.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: