Kesinambungan Pengurus RMI NU Berlanjut

Jakarta, Kesinambungan Pengurus Pusat Robithoh Ma’ahid Islamiyah (PP RMI) NU dari pengurus lama ke pengurus baru berlanjut. Kesinambungan ditandai dengan upacara serah terima kepengurusan lama yang diketuai Amin Haedari masa khidmat 2010-2015 ke pengurus baru yang diketui Abdul Ghoffar Rozin masa khidmat 2015-2020.

Demikian dikatakan Abdul Ghoffar Rozin saat memberi sambutan untuk melanjutkan kepengurusan RMI di gedung PBNU lantai 8, Jumat (16/10). “Kesinambungan terjadi di RMI begitu nyata. Kami yang baru menerima laporan, saling silaturahim, bertemu pengurus lama, hingga inventaris semua terdata dengan rapi,” ungkap Gus Rozin, begitu panggilan Abdul Ghaffar Rozin sehari-hari.

“Terima kasih Pak Amin Haedari. Kami terima dengan sangat baik. Beliau juga guru saya. Sudah kenal lama. Sewaktu saya ditunjuk jadi pengurus RMI Jawa Tengah, beliau yang memberi nasihat dan masukan,” tambahnya.

“Pertama kali yang akan kami lanjutkan adalah mempelajari program-program, niat baik-niat baik RMI sebelumnya. Mohon doa dan dukungan untuk kelancaran kerja-kerja kepesantrenan di RMI. Pesantren adalah tulang punggung Nahdlatul Ulama,” tegas Gus Rozin disambut tepuk tangan.

Sementara itu, Amin Haedari dalam sambutan menyerahkan kepengurusan lama mengatakan bahwa upacara serah terima ini adalah tradisi baik yang harus dilanjutkan. “Periode lalu, kami kesulitan memulai kerja, karena stempel saja tidak ada,” ungkap Amien Haedari.

Pengurus lama, kata Amin, akan terus mendukung RMI, karena RMI tidak hanya struktur, tapi juga tradisi kita semua. “RMI itu ya pesantren. Pesantren itu ya kita semua. Tidak mungkin kita tidak mendukung pesantren. Kita besar karena pesantren,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Umum PBNU, H Bina Suhendra yang memberikan sambutan mewakili PBNU berpesan agar RMI melanjutkan pendataan yang sudah dimulai oleh RMI periode Amin Haedari ini.

“Pendataan ini sangat urgen, krusial, penting. Dan saya tahu, Pak Amin Haedari selaku ketua,  Miftah Faqih selaku sekretaris, sudah memulai pendataan. Ini salah satu pekerjaan pokok,” pungkasnya. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: