KH Said Aqil Siradj: Menjaga Kemoderatan itu Berat

JAKARTA – Bertepatan dengan peringatan Harlah GP Ansor ke 81 yang dilangsungkan di Jakarta, KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya berpesan kepada seluruh kader GP Ansor NU untuk terus menjaga kemoderatan yang selama ini NU cirikan.

“Memoderasi pemikiran Islam itu yang berat karena membutuhkan ilmu, hujjah, argumentasi, dan aktualisasi terus menerus ila yaumil qiyamah,” katanya.

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini lalu menjelaskan jerih payah para ulama Ahlussunah wal Jamaah terdahulu seperti Imam Hasan al-Basri, Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Imam Abu Mansur al-Maturidzi, Imam Syafi’i, Imam al-Ghazali, dan lainnya, dalam membangun peradaban Islam. Mereka berjuang mengambil jalan lain di tengah hiruk pikuk politik umat Islam waktu itu dengan menekuni keilmuan.

Berkat jasa mereka, menurutnya, umat Islam kini mewarisi disiplin keilmuan yang kaya. sikap tasawuth mereka di bidang aqidah melahirkan ilmu kalam, di bidang syariat membuahkan ushul fiqh, dan di bidang spiritual melahirkan ilmu tasawuf.

“Sikap tawasuth NU harus kita jaga. Caranya dengan mendalami ilmu. Islam bukan hanya syariat dan aqidah saja, tapi juga tentang akhlak, keilmuan, dan peradaban,” tuturnya di hadapan ratusan kader GP Ansor yang datang dari Jabodetabek.

Hadir pula dalam kesempatan itu mantan ibu negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid, Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir dan KH Masdar Farid Mas’udi, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani, dan sejumlah pejabat pemerintah.

Sumber: NU Online

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: