Kiai Ahmad Shiddiq Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Jember, NU Online
Satu lagi tokoh NU asal Jember yang akan diusulkan mendapat gelar  pahlawan nasional.  Dia adalah Kiai Ahmad Shiddiq. Pengusulan tersebut dimulai dari Universitas Jember dengan menggelar “Lokakarya Penyusunan Naskah Akademik Pengusulan KH Ahmad Shiddiq sebagai Pahlawan Nasional”.

Lokakarya yang dihelat di aula Fakultas Hukum Unej Senin (25/5) tersebut menghadirkan narasumber KH Salahuddin Wahid, KH Abdul Muchit Muzadi dan KH Afifuddin Muhajir.

Dalam paparannya, KH Salahuddn Wahid menyatakan dukungannya terhadap rencana pengusulan Kiai Ahmad Shiddiq sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Kiai Ahmad Shiddiq layak memperoleh gelar pahlawan karena sumbangsih pemikriannya mewarnai sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

Katanya, Kiai Ahmad Shiddiq berperan besar dalam menyusun kajian penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU dalam Munas Alim Ulama tahun 1983. Hebatnya, penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU itu, kemudian diikuti ormas lain.

“Kiai Ahmad Shiddiq berhasil meyakinkan para kiai, peserta Munas untuk menyetujui dokumen hubungan Islam dan Pancasila. Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Malah, butir-butir dalam  Pancasila adalah merupakan wujud dari nilai-nilai Islam. Itu Kiai Ahmad Shiddiq mampu membuat argumen yang masuk akal,” ujarnya.

Sementara itu, KH Afifuddin Muhajir mengatakan bahwa secara substansial, Pancasila sangat islami. Sila pertamanya yang menjiwai sila-sila lain mencerminkan tauhid dalam akidah keislaman. Sedangkan sila-sila yang lain merupakan bagian dari representasi syariat Islam.

Diakuinya, awalnya umat Islam keberatan dengan Pancasila sebagai dasar negara, namun karena kesadaran yang luar biasa dari para ulama akan pentingnya arti persatuan, maka akhirnya Pancasila diterima sebagai dasar negara.

“Nah, dalam dinamikanya, Kiai Ahmad Shiddiq berhasil meyakinkan para ulama bahwa Pancasila itu sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ucapnya.

Lokakarya tersebut dibuka oleh Rektor Unej, Muhammad Hasan. Selain dia dan ketiga narasumber, hadir juga Ketua MUI Jember, Halim Subahar, para kiai, para tokoh NU dan beberapa ketua lembaga NU serta para mahasiswa. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: