Kiai Kampung Merupakan Basis Kekuatan NU

Malang,
Para Imam tahlil di kampung-kampung adalah salah satu di antara para pejuang Nahdlatul Ulama dan pesantren. Keberadaannya membuat NU sebagai pesantren besar dan Pesantren sebagai NU kecil mengakar secara kuat di Nusantara ini. Para kiai kampung mulai tingkat RT-RW dan kiai pesantren merupakan basis kekuatan NU. Oleh karena itu adalah masuk akal jika NU senantiasa mengelola dan memberdayakan mereka. 

Demikian dikatakan Gus Luqman Ahsanul Karom saat ditemui di Pesantren PPAI An-Nahdliyah, Senin (30/11) kemarin.

“Keberadaan jamaah tahlil yang ada mulai tingkat RT-RW dan pesantren adalah aset yang berharga. Oleh karenanya maka mereka harus diberdayakan sebagai corong dakwah NU,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa peran para imam jamaah tahlil memang tidak bisa dianggap kecil sebagai juru dakwah NU dan amaliahnya. Begitu juga pesantren sebagai pusat kaderisasi NU baik dari segi ajaran maupun gerakan.

“Meskipun jamaah tahlil di lingkup RT-RW terlihat sedikit sekalipun, tapi mereka dalam mayoritas daerah di Indonesia kan ada. Dan merekalah yang menyampaikan ajaran-ajaran Islam ala NU dalam komunitas kecilnya. Minimal mereka mendakwahkan agar para warganya dididik di pesantren. Dan sisi lain pesantren juga telah membantu menyediakan calon-calon pemimpin tahlil untuk kemudian hari,” papar alumnus pascasarjana Unisma Program Studi Bahasa Inggris ini.

Dalam penilaian dirinya, pemberdayaan dan reorientasi imam tahlil menjadi sangat penting di masa sekarang ini, dimana aliran-aliran yang mengerogoti NU dari berbagai sisi telah banyak berkembang di Indonesia pascareformasi.

“Jadi saya secara pribadi menginginkan NU memiliki strategi khusus untuk memberdayakan dan memberikan orientasi serta wawasan keislaman yang lebih luas pada mereka para imam tahlil di kampung itu,” pungkasnya. (Ahmad Nur Kholis/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: