Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, NU Online
Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kepada KH Hasyim Asy’ari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)