Kirab Hari Santri Nasional Singgahi Pendopo Bupati Brebes

Brebes, NU Online
Pasukan Kirab Hari Santri Nasional (HSN) akhirnya singgah di Pendopo Bupati Brebes. Rombongan yang terdiri dari 4 bus dan 20 mobil itu, langsung diterima Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Selasa (20/11) pukul 20.30. Sebelumnya, pasukan HSN tidak mengagendakan untuk singgah di Pendopo, karena hanya melewati pantura Brebes saja. Tetapi akhirnya singgah di pendopo karena mendapat undangan khusus dari Bupati.

“Saya sangat gembira dan bangga, karena pasukan Kirab Santri Nasional bisa menyinggahi Brebes yang banyak telor asin dan bawang merahnya,” ucap Bupati mengawali sambutan penerimaan di Pendopo Bupati.

Dia mengucapkan selamat datang dan selamat mengikuti napak tilas sebuah perjuangan santri dari Surabaya hingga Jakarta. Saat menyusuri pantura Brebes dan singgah di Pendopo, menurut Bupati merupakan sebuah kehormatan bagi Pemkab dan masyarakat Brebes.

“Mewakili Pemkab Brebes dan Masyarakat Brebes, kami mendukung sepenuhnya 22 oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional,” tandas Bupati yang diikuti tepuk tangan hadirin.

Semoga ditetapkannya HKN, lanjutnya, NKRI tetap dipertahankan sepanjang masa. Dan santri, selalu siap untuk membangun, membangun untuk negeri, Indonesia. “Selamat berjuang dan selamat melanjutkan perjalanan, semoga mendapat ridlo Allah SWT,” ucap Bupati.

Bupati juga akan memberangkatkan santri Brebes sebanyak 2 bis untuk mengikuti kegiatan penetapan hari Santri di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 22 Oktober 2015 mendatang. 

Ikut mendampingi Bupati, Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi, Pengasuh Majelis Taklim Al Ikhlas Pasarbatang KH Jaerukhi, Ulama keturunan Thionghoa H Muzani, Ketua PCNU Brebes KH Athoillah SE MSi, para anggota  DPRD Brebes dan sejumlah undangan lainnya. 

Sementara Sekretaris Jenderal PBNU Dr (HC) Ir H A Helmy Faishal Zaini dalam sambutannya menerangkan tentang perjalanan Kirab HSN. Helmy mengatakan, pelepasan kirab diawali dengan penyerahan Panji-Panji Merah Putih dan Bendera NU dari Ketua Umum PBNU kepada Sekjen PBNU dan Wagub Jatim untuk diserahkan kepada peserta kirab. Mereka membawanya dari Tugu Pahlawan (Surabaya) ke Tugu Proklamasi (Jakarta) selama empat hari, 18-22 Oktober.

Sepanjang perjalanan dan persinggahan, sambung Helmy, dilakukan pentas budaya maupun sowan ke kiai-kiai sepuh. Seperti ke KH Maemun Zubair, Gus Mus, Habil Ali bin Yahya. 

Saat di Jatim ditemui Wakil Gubernur Saifullah Yusuf sedangkan ketika di Jawa Tengah disambut langsung Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo. “Sebelum ke sini, kami ke Bupati Tegal Ki Enthus Susmono. Dan Mala mini, Alhamdulillah mendapat undangan yang istimewa dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE,” ucapnya bangga. 

Sambutan baik dan tulus dari para Kepala Daerah membuktikan dukungan nyata pemerintah menyongsong hari santri 22 oktober. “Hari Santri, merupakan janji Presiden Jokowi sebagai pertanda penghormatan Presiden kepada para ulama dan pondok pesantren,” terangnya.

Ketua PBNU, kata Helmy, telah disampaikan langsung kepada Presiden dan mendapat dukungan penuh dari 13 ormas Islam. Hari Santri akan dipandegani dua kementerian yakni Kementerian Agama dan Kementerian Sosial. “Kepada yang tidak mendukung penetapan hari santri, tidak perlu dibahas dan komentari,” tandas Helmy.

Helmy menambahkan, NU sangat demokratis dalam pandangan pemimpin. Termasuk pemimpin perempuan tidak menjadi soal yang penting maslahat bagi umat. “NU sangat moderat Bu, termasuk soal pemimpin perempuan yang penting membawa kemaslahatan bagi umat,” pungkasnya. 

Rombongan kemudian melanjutkan perjalan menuju ke Pondok Pesanteren Buntet Cirebon. (Wasdiun/Fathoni).

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: