Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung

Jepara, NU Online
KH Dzikron Abdullah saat mengimbau supaya para santri tetap mendawamkan membaca istighfar. Dawam pada berbagai kondisi, baik dalam keadaan susah, senang, banyak maupun minim rezeki.

Menurut Pengasuh pesantren Addainuriyah Semarang ini kemudian menceritakan sesosok santri yang rajin membaca kalimat meminta ampunan kepada Tuhan tersebut.

Kiai berusia 66 tahun itu menambahkan, santri yang sudah boyong ini sebut saja bernama si fulan. Usai boyong, ia nganggur sementara ia harus menafkahi istri dan tiga anaknya. Tapi ia masih tetap mendawamkan istighfar.

Suatu ketika, si fulan berinisiatif membeli burung beo seharga Rp.400.000. Singkat kisah seorang Tionghoa mendengar ocehan burung itu. “Chino kepet. Chino kepet (tidak mandi, red),” terangnya pada ceramah di Haul I KH Ahmad Cholil (Rais Syuriah PCNU Jepara) di desa Bakalan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jum’at (28/8) sore.

Sontak orang itu berkeinginan ingin membeli burung yang bisa ngoceh itu seharga RP 4.500.000. Maka, untunglah si fulan. Di lain hari, si fulan membeli burung derkuku atau tekukur atau dekukur.

Suatu hari, datanglah seorang bos ke musholla yang tak jauh dari kediaman si fulan. “Bos ini punya penyakit imsonia. Tidak bisa tidur. Sudah diobatkan hingga ke luar negeri namun tak kunjung sembuh,” terang Ketua Idaroh Wustho Jatman Provinsi Jawa Tengah menambahkan.

Tiba-tiba saat si bos menunaikan shalat Dluha di musholla, ia mendengar kicauan burung tersebut. “Cekuter kuk. Cekuter kuk.” begitu bunyi kicauan burung milik si fulan.

Anehnya, penyakit imsonia yang sudah diobatkan ke sana ke mari bisa ditaklukkan hanya dengan kicauan burung derkuku. “Setiap si bos mendengar burung manggung cekuter kuk. Cekuter kuk lelaki kaya ini langsung tidur,” tambahnya juga disambut tawa hadirin.

Padahal sebelum-sebelumnya dari jam 9 pagi hingga 9 pagi ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Alhasil, atas berkah kicauan burung seharga Rp.100.000 dibeli oleh si bos dengan Rp.5.000.000 plus si fulan diberangkatkan haji ke tanah suci.

Dengan misal itu Kiai Dzikron mengimbau seluruh hadirin untuk memperbanyak istighfar dalam kondisi apa pun.

Hadir dalam Haul KH Ahmad Bukhori pengasuh Pesantren Al Falah, KH Imam Abi Jamrah Ketua LBM NU Jawa Tengah, KH Kamil Ahmad Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri Ketua PCNU Jepara dan H Ahmad Marzuqi Bupati Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)   

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)