Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Bantul, NU Online
Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama) Yogyakarta mengadakan ngaji sehari pemikiran Gus Dur, Ahad (28/6). Bekerja sama dengan Gusdurian Yogyakarta, Kodama yang terdiri atas para santri Al-Munawir dan Ali Maksum Krapyak ini mengkaji biografi, pemikiran dan warisan pemikiran Gus Dur baik soal pesantren, NU, maupun negara.

“Selama satu hari untuk mengisi kegiatan Ramadhan, Kodama mengisi acara dengan mengkaji pemikiran Gus Dur, dengan diikuti oleh anggota Kodama. Semoga adanya kegiatan ini, kita bisa menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Gus Dur,” kata Jamil, aktivis senior Kodama saat memberikan sambutan pembukaan.

Ia juga berharap jaringan Gusdurian Yogyakarta bisa berbagi atas pemikiran-pemikiran Gus Dur. Para peserta yang berjumlah 18 orang ini antusias mengikuti kegiatan yang dinamai Tadarus Gus Dur.

Hafidz, salah satu peserta menanggapi atas penjelasan fasilitator saat sesi pengenalan biografi Gus Dur dan perjalanan intelektual Gus Dur. “Terkait visi dan visi, apakah pernah Gus Dur mengungkapkan visi dan misinya atas pemikiran-pemikirannya?” tanya Hafidz.

“Secara langsung, Gus Dur belum pernah mengungkapkan visi-misinya atas apa yang diperjuangkan. Yang merangkum atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur adalah kerabat, murid, dan keluarganya,” kata Ubaidillah Fatawi, fasilitator yang menanggapi pertanyaan peserta.

Rifqi Fairus, koordinator Tadarus Gus Dur juga mengungkapkan, sebagai santri harus sadar atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar di luar pesantren.

“Karena Gus Dur lahir dari pesantren, dia juga santri pesantren. Bahkan pesantren menjadi basis perjuangan Gus Dur di segala bidang, hingga menjadi presiden,” tandas Fairuz. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: