Kompaknya Ratusan Pelajar NU Ini dalam Gerakan Menulis Al-Quran

Banyuwangi, NU Online
Nuzulul Quran yang dilaksanakan tiap 17 Ramadhan diperingati berbeda oleh Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Banyuwangi. Kali ini IPNU-IPPNU Banyuwangi melakukan aksi penulisan Al-Quran secara serentak di seluruh Banyuwangi.

Sulhan Hadi, ketua panitia, mengatakan bahwa kegiatan digelar mulai Sabtu (4/7) pagi hingga petang ini melibatkan 400-an relawan yang tersebar di 24 kecamatan se-Banyuwangi. Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah menulis Al-Quran yang telah ditentukan oleh panitia. “Setiap kecamatan mendapat jatah satu juz lebih. Atau jika diperinci masing-masing volunter (relawan) menulis satu halaman (Al-Quran),” ungkapnya.

Para relawan adalah kader IPNU-IPPNU yang dikoordinasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) masing-masing. Setiap PAC mengumpulkan setidaknya 15 relawan untuk melakukan penulisan. Tempat pelaksanaanya pun sesuai dengan koordinator masing-masing kecamatan. Mulai dari kantor kelurahan, kecamatan, masjid, sekolah serta fasilitas umum lainnya.

Kecamatan Giri, misalnya, memilih Pendopo Kantor Kelurahan Boyolangu sebagai tempat pelaksanaan. Selain karena tempatnya representatif juga dilengkapi dengan fasilitas wifi. “Disini (Pendopo Kelurahan Boyolangu) enak. Langsung tersambung dengan internet. Jadi, hasil penulisannya bisa langsung di-upload,” kata Slamet Habibi, koordinator Kecamatan Giri.

Penggunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter menjadi nilai keunikan kegiatan tersebut. Meski dilaksanakan di tempat yang berbeda, tetapi setiap peserta bisa memantau hasil penulisan dari tempat lain. Karena setiap peserta akan mengunggah hasil penulisannya ke media sosial masing-masing. Dimana unggahan tersebut ditandai ke akun Facebook dan Twitter panitia, yaitu Generasi Qurani dan @UNIquran.

Selain dengan ditandai ke akun media sosial panitia, hasil penulisan tersebut juga dilengkapi dengan hastag #YukMenulisAlquran yang bertujuan untuk menyatukan unggahan yang sama. Dan setiap foto yang diunggah juga disertai dengan keterangan surat dan ayat yang ditulis.

Penggunaan sarana media sosial ini memang disengaja. Hal ini bertujuan untuk mewarnai media sosial agar lebih islami. “Ini sebagai upaya dari kami (IPNU-IPPNU) untuk mewarnai Facebook dan Twitter dengan konten yang lebih mendidik. Itung-itung juga dakwah dengan cara anak muda,” tandas Zakariya Ishaq, Ketua PC IPNU Banyuwangi.

Karena gerakan ini memanfaatkan jaringan internet, maka dengan waktu sekejap bisa langsung menarik perhatian dari daerah lain. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Fahmi selaku admin media sosial panitia. Banyak relawan dari luar kota yang ingin terlibat. Untuk mengantisipasi hal yang demikian, panitia telah menyiapkan lembaran dalam format Pdf yang bisa diunduh. Lantas dari lembaran tersebut, para peserta diluar kota, bahkan dari luar negeri menulis ayat yang dikonfirmasi oleh panitia. “Ratusan mention dan pemberitahuan yang kami layani tiap jamnya,” imbuh Fahmi.

Lembaran hasil penulisan Al-Quran tersebut akan dijadikan menjadi satu mushaf. Diurut mulai dari Al-Fatihah hingga An-Nash. Tentunya, tulisan-tulisan tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya. “Kami melibatkan beberapa kyai yang memiliki kompetensi dalam bidang Al-Quran untuk jadi pen-tashih,” tegas Zakariya. (Red: Mahbib)

 

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: