Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Boyolali, Pada malam ketiga pelaksanaan Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU, Ahad (6/12)  malam, para peserta  telah memasuki  agenda persidangan komisi. Peserta dibagi menjadi empat komisi yakni komisi A (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga), komisi B (Garis-gairs Besar Perjuangan Pengembangan) , Komisi C (Prinsip Perjuangan) dan Komisi D (Rekomendasi).

Dari keempat komisi tersebut, persidangan yang paling menghabiskan pikiran ada di komisi A yang membahas rancangan PD/PRT.  Peserta saling interupsi dan beradu argumentasi  mempertahankan gagasan-usulannya. Saking alotnya pembahasan, sidang komisi ini berakhir hingga Senin dini hari tadi.

Bila suasana di dalam ruangan terlihat tegang, tidak demikian di luar ruangan.  Seperti Ahad  malam itu, para pelajar yang turut memeriahkan kongres asyik menikmati penampilan musik beraroma anak muda di panggung apresiasi. Malam itu, grup musik IPNU Band (Purworejo) tampil menghibur dengan musik-musik yang sesuai selera peserta kongres. Ia juga bisa mengiringi peserta yang ingin bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.
 
“Mari kita luapkan kegembiraan di arena kongres malam ini.  Yang di dalam tegang, yang di luar kita senang-senang,” ucap salah seorang host panggung Ahad malam.
 
Panggung apresiasi yang disediakan panitia ternyata mampu mencairkan suasana kongres. Saat sidang lagi diskors, para peserta pun larut bergabung di panggung sambil bernyanyi seakan ingin menghilangkan kepenatan.

Panitia daerah Ahmad Noufa Khairul Faizin mengatakan panggung apresiasi sengaja disiapkan guna memberi ruang berekpresi bagi kader-kader IPNU-IPPNU. Mereka bisa menampilkan kreativitas bersama musik host yang ditampilkan.
 
“Selama kongres kami menampilkan hiburan musik di sini. Mulai sore hingga malam 1-3  grup musik  menghibur teman-teman peserta kongres di panggung apresiasi,” ujarnya pada NU Online.
 
Peserta asal Pati Maksum mengaku senang atas penampilan IPNU Band yang menghibur . Terlebih lagi, banyak kader-kader IPNU-IPPNU dari seluruh Indonesia yang kreatif bernyanyi di atas panggung.
 
“Salut deh ama panitia, kita tidak hanya terbebani pembahasan-pembahasan materi sidang, tetapi juga bisa terhibur,” katanya singkat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)