Kongres XV GP Ansor Momentum Bangkitkan Semangat Aswaja

Yogyakarta, Dewan Penasihat Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor DI Yogyakarta Habib Hilal mengungkapkan bahwa Kongres XV GP Ansor kali ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan semangat kaderisasi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“GP Ansor merupakan tonggak kaderisasi Nahdlatul Ulama, yang bersambung dengan lembaga dan banom (badan otonom) di organisasi para kiai. Sudah jelas bahwa kaderisasi di organisasi Ansor untuk menerjemahkan ide-ide pendirian NU serta mengawal kepentingan pesantren, sebagai basis kader NU,” terang Hilal.

Hilal juga berhara, pada Kongres GP Ansor yang digelar Pesantren Pandanaran Yogyakarta, 25-28 November 2015 dapat berlangsung damai dan tertib. “Sebagai panitia dan tuan rumah, kami sangat berharap Kongres GP Ansor kali ini berlangsung khidmah, apalagi berlokasi di Pesantren Pandanaran yang menjadi salah pilar pesantren di Yogyakarta. Kita juga harus ingat, kota Yogyakarta sebagai City of Tolerance, memiliki etika dan sopan santun yang perlu menjadi acuan peserta kongres. Intinya, kami mengucapkan selamat datang bagi peserta kongres di kota ramah budaya ini,” ungkap Hilal.

Hilal mengingatkan bahwa rangkaian agenda Pra-Kongres sudah berlangsung di beberapa lokasi dengan mengusung ide-ide untuk pembenahan GP Ansor. “Salah satunya adalah usulan formatur. Sudah banyak cabang dan wilayah yang menolak, karena ini tidak sesuai dengan semangat organisasi kader.

“Pembentukan formatur bukan sesuatu yang salah, akan tetapi tidak cocok untuk organisasi kader semacam Ansor. Saya berharap, agar pembentukan formatur sebagai tim musyawarah ditunda dulu, untuk menghormati hak suara para kader,” tegas Hilal.

Habib Hilal berharap bahwa kader-kader unggulan dari pesantren dapat muncul sebagai pemimpin Ansor. “Ibaratnya, NU kan didirikan dari rahim pesantren, oleh para kiai yang alim sekaligus muharrik. Jadi, kita perlu memberi ruang bagi para kader pesantren, yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus sebagai penggerak. Jadi, harus dua-duanya dapat. Kalau hanya penggerak, itu kurang tepat untuk kondisi sekarang,” ungkap Hilal.

Habib Hilal berharap kongres kali ini dapat mencerminkan semangat sekaligus marwah (martabat) Ansor sebagai organisasi kader. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: