Kongres XVIII IPNU Diharapkan Realisasikan Idealisme Pendiri

Jakarta, Kongres Ke-18 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan forum tertinggi untuk menentukan arah dan kebijakan IPNU ke depan, mulai dari soal peraturan internal organisasi, garis perjuangan, rekomendasi-rekomendasi, hingga suksesi kepemimpinan baru. Karena itu, perhelatan akbar kali ini harus mengutamakan substansi kongres, tak melenceng pada hal-hal tak perlu.

Demikian harapan Syamhadi, pembina Pimpinan Cabang IPNU Kota Pontianak 2015 – 2017. Ia berharap, Kongres IPNU bisa menghasilkan pemimpin yang intelektual dan profesional, yakni pemimpin yang bisa mengedepankan kemajuan dan perkembangan IPNU, baik di tingkat pusat, wilayah, dan cabang.

“Ini tugas terberat yang sering kali dibicarakan, akan tertapi belum terealisasi dengan normal,” kata mantan Ketua PC IPNU Kota Pontianak 2013 – 2015 ini, dalam siaran pers, Ahad.

Kongres yang akan digelar di Asrama Haji Donuhudan Boyolali, Jawa Tengah, pada 4- 8 Desember 2015 ini juga bisa menjadi momentum mengingat sejarah IPNU yang membawa idealisme pendiri. Yang wajib kita ingat, tambahnya, IPNU lahir pada tanggal 24 Februari 1954 dari perjuangan para ulama.

“Para ulama yang salah satunya KH Thalchah Mansoer (alm) merupakan pendiri IPNU sekaligus ketua umum pertama yang tujuannya untuk menciptakan garda terdepan NU, yaitu IPNU. IPNU for NU, NU for NKRI,” tutur Syamhadi.

Ia juga mengatakan, pemilihan umum harus berlangsung transparan dan demokratis. “Kami yakin seluruh kader di Indonesia berdoa dan menunggu siapa kiranya pengganti Rekan Khairul Anam HS selanjutnya. Siapapun dia, yang penting bisa memajukan dan berbagi program dengan IPNU tingkat Wilayah dan Cabang, demi menjaga keeksisan IPNU bersama,” paparnya.

Menurut Syamhadi, pembahasan kongres mesti menyoroti perhal kaderisasi, karena dengan kaderisasi IPNU akan jaya. Program kaderisasi adalah program wajib yang harus dilaksanakan. “Tanpa kaderisasi IPNU akan melemah dan jangan sampai IPNU dirasuki oleh intelektual yang belum dikader. Itu adalah bagian dari sejarah lahirnya IPNU,” pungkasnya. (Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: