Kyai Zahirin Terpilih Jadi Rais PCNU Bangka Selatan

BANGKA — Nahdatul Ulama(NU) Bangka Belitung telah menggelar Konferensi Cabang(Konfercab) NU Bangka Selatan, yang terpilih sebagai Rois (ketua) Syuriyah, H. Zahirin ,Sekretaris Katib (Sekum) H. Ari Dinata serta Ketua Tanfidziyah, Hambali, sekretaris Tanfidziyah Sahirin dan Bendahara Saipullah, terpilih sebagai pengurus cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bangka Selatan Hidmad 2015-2020.

Sekretaris Katib NU Kabupaten Basel, Ari Dinata mengatakan proses pemilihan ketua Cabang Pengurus Nahdatul Ulama(NU) Bangka Selatan Hidmad 2015-2020 berlangsung lancar tanpa hambatan.

“Dipilih oleh enam (6) majelis wakil Cabang NU kecamatan ,Toboali, Air Gegas, Payung, Simpang Rimba, Pulau Besar ,Tukak sadai,” kata Ari kepada harian ini, Sabtu(2/5/2015) ditemui usai acara.

Ia mengatakan proses pemilihan yang dilakukan secara votting berjalan lancar dan demokratis.

Ari juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak berkat terlaksananya Konfrensi Cabang(Konfercab) NU Bangka Selatan.

“Ucapkan terima kasih kepada Bupati Bangka Selatan H Jamro,Wakil Bupati Nursamsu, Ketua NU Bangka Belitung HR Agus Erwin, Kapolres Bangka Selatan AKBP U. Zainuddin, Kapolsek Toboali AKP Raden Hasir , PC NU Bangka Tengah, Ketua Baznas, Ketua MUI, Ketua Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, Banser, warga Nadiyin, pengurus masjid se Basel,dan perwakilan ormas Islam di Basel beserta tamu undangan lainnya,” ucapnya

Sumber: Tribunnews Bangka

1 thought on “Kyai Zahirin Terpilih Jadi Rais PCNU Bangka Selatan”

  1. sujasmir hamid

    Puasa Ramadhan
    Puasa dari arti bahasa dimaksudkan menahan diri terhadap sesuatu. dari segi istilah lain yaitu menahan diri dari melakukan hal yang membatalkan puasa yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari yang di sertakan dengan niat. Puasa juga merupakan salah satu Rukun Islam ke 4 yang wajib ditunaikan oleh setiap umat Muslim pada bulan Ramadhan.
    Puasa pada bulan Ramadhan difardhukan kepada setiap individu Muslim dan Muslimah yang telah ‘aqil baligh dan ketiadaan uzur syar’i. Uzur puasa seperti sakit dan dalam perjalanan (musafir) sejauh 91km. atau lebih. Orang yang uzur boleh meninggalkan puasanya. tetapi wajib mengqadhanya pada hari dan bulan yang lain.
    Puasa menurut Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam bukunya Ihya al-‘Ulumuddin telah membagikan puasa itu kepada 3 tingkatan:
    1. Puasanya orang biasa (shaum al-‘umum): menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.
    2. Puasanya orang khusus (shaum al-khusus): turut berpuasa dari panca indera dan seluruh badan dari segala bentuk dosa.
    3. Puasanya orang istimewa, (shaum al-khawasi al-khawas): turut berpuasa ‘hati nurani’, yaitu tidak terlalu memikirkan hal keduniaan.
    Firman Allah swt dalam al quran :
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat-umat yang sebelum kamu semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa ”. (Surah Al-Baqarah Ayat 183)

    Hukum Berpuasa
    Berpuasa pada bulan ramadhan merupakan salah satu daripada Rukun Islam ke 4. Syariat ini diturunkan kepada umat Muhammad s.a.w. pada 10 Syaaban tahun ke-2 Hijrah. Makanya wajiblah ia dilakukan oleh semua orang Islam. Puasa lain yang wajib ialah puasa kifarah dan puasa nazar.

    Rukun Puasa
    Niat
    a) Lafaz niat puasa fardhu Ramadhan :

    نويت صوم غد عن أداء فرض شهررمضان هذه السنة لله تعالى
    Ertinya : Sengaja aku puasa besok hari menunaikan fardhu Ramadhan tahun ini kerana Allah swt.

    b)Menahan diri daripada makan & minum serta perkara-perkara yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

    Syarat Wajib Puasa
    a) Islam
    b) Baligh
    c) Berakal
    d) Sehat/ Mampu berpuasa / berupaya
    e) Bermukim

    Hal yang membatalkan puasa
    a).Makan atau minum dengan sengaja
    b) Memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga dengan sengaja kecuali terlupa
    c) Muntah dengan sengaja
    d) Bersetubuh pada siang hari
    e) Keluar mani dengan sengaja
    f) Keluar darah haid
    g) Nifas atau wiladah
    h) Gila
    i) pingsan sepanjang hari
    j) Murtad

    Adap Berpuasa
    • Membaca Al-Quran
    • Bersedekah
    • Melewatkan bersahur
    • Menyegerakan berbuka
    • Membaca doa ketika berbuka
    • Mulaikan berbuka dengan buah atau makanan manis
    • Mendirikan sholat sunat tarawih

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman: Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila suatu hari salah seorang dari kalian sedang berpuasa maka janganlah dia mengucapkan kata-kata kotor ataupun berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci-maki dirinya atau memeranginya maka ucapkanlah; Aku sedang puasa, Demi tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harum kasturi.
    Seorang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka puasa maka dia merasa senang, dan ketika berjumpa dengan Rabbnya maka dia pun merasa senang dengan puasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Ringkasan dari kitab Shifat Shaum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ramadhan karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid.

    Brunei Darusalam Juni 2016
    Wassalam, Sujasmir Hamid

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d bloggers like this: