Lakmud IPNU-IPPNU Jati Kudus Digelar Tiga Hari

Kudus, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyelenggarakan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang bertempat di Madrasah Diniyah Nurul Anwar Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati, Jum’at- Ahad (25-27/12).

Sebanyak 54 peserta terleibat aktif dalam kaderisasi lanjutan ini yang sebelumnya melalui beberapa fase, yakni wawancara dan sekolah kader dasar (SKD). Pada tahap wawancara peserta berjumlah 86 orang, setelah melalui Sekolah Kader Dasar (SKD) peserta menyusut sampai 69 peserta, hingga akhirnya menjadi 54 peserta pada Lakmud.

Berbagai materi dipaparkan oleh pemateri yang berasal dari para tokoh masyarakat, dewan alumni, dan pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus. Di antara materi yang disuguhkan adalah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, kepemimpinan, manajemen organisasi, scientific problem solving (SPS), manajemen konflik, team work dan komunikasi, teknik diskusi dan persidangan, studi pergerakan Islam, teknik pembuatan proposal, dan penanaman motivasi dan militansi.

Ketua Panitia lakmud Muhajjir Adzimiddin mengatakan, sebanyak 14 ranting dan 3 komisariat sekolah mengirimkan kadernya masing-masing 2 dari perwakilan IPNU dan 2 dari perwakilan IPPNU. “Semoga setelah terlaksananya Latihan Kader Muda ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, namun ada tindak lanjutnya, sehingga kader alumni Lakmud bisa menjadi kader berkualitas untuk kelangsungan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati,” imbuhnya.

Ketua PAC IPPNU Jati Nurul Arifah mengatakan, dalam suatu organisasi, pengaderan merupakan hal yang urgen. Menurutnya, organisasi ibarat sebuah api unggun dan kader-kadernya adalah kayu bakarnya. Untuk membuat api terus menyala, kayu bakar baru harus selalu tersedia. “Dari analogi inilah, tersurat jelas bahwa organisasi dan kader merupakan suatu sistem yang harus selalu bersinergi untuk mewujudkan sebuah organisasi yang tetap eksis,” tuturnya.

Adanya kader merupakan ujung tombak nyata dan tulang punggung kontinyuitas suatu organisasi. Tanpa kader, organisasi tak akan dapat hidup, bahkan terlihat kader yang berkualitas akan membawa suatu organisasi tersebut juga berkualitas. Betapa urgennya peran kader perlu adanya pendidikan kaderisasi agar mampu melahirkan kader-kader yang berkualitas, imbuhnya. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)