Latih Penulisan Karya Ilmiah, Ma’arif DIY Minta Guru Jadi Pionir

Yogyakarta, Kemampuan dan budaya meneliti merupakan ciri guru profesional. Hal itu disampaikan Bambang Susilo pada penutupan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Ma’arif DIY-Kemdikbud RI, Ahad (4/10).

Oleh karena itu, Sekretaris LP Ma’arif DI Yogyakarta itu meminta para peserta pelatihan menjadi pionir di daerahnya masing-masing. “Para guru hendaknya tidak sekadar memanfaatkan ilmu yang didapat untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk membantu guru-guru lain,” ungkap Bambang Susilo.

Diklat yang dilangsungkan di University Hotel Yogyakarta itu digelar Sabtu-Senin (3-5/10) dengan melibatkan 100 peserta dari 5 provinsi di Pulau Jawa. Sebelumnya telah digelar pertemuan pertama, 23-25 Agustus. Pertemuan kali ini adalah sesi pelaporan setelah melakukan penelitian selama sebulan penuh.

Ditemui secara terpisah, ketua panitia, Dr. Sutopo, mengungkapkan apresiasinya atas kinerja peserta. “Saya rasa, capaian peserta luar biasa. Dengan tenggat hanya satu bulan, mereka telah menghasilkan laporan penelitian,” tutur Sutopo.

Lebih lanjut, dosen Fakultas Teknik UNY tersebut mengungkapkan, sebagai apresiasi, panitia pun memberi penghargaan kepada 4 peserta terbaik. “Kami telah memberi penghargaan kepada peserta Maulana Yusuf (SMP 5 Ciamis), Siti Lestyaningsih (SMP Maarif Kalibawang), Himmatun Ni’mah (SMP NU Banjar), dan Eka Purwanto (SMP Maarif 4 Kwaron, Kebumen) yang masing-masing menjadi peserta terbaik pertama, kedua, ketiga, dan keempat,” urainya.

Sejalan dengan itu, salah seorang pembimbing, Lia Yuliana, menyampaikan pujiannya atas pelaksanaan diklat. “Sebagian peserta belum pernah melakukan penelitian tindakan kelas. Pelatihan kali ini benar-benar menjadi pengalaman berharga bagi mereka. Para peserta mendapat gambaran lengkap tentang pelaksanaan penelitian tindakan kelas,” ujar Lia. “Saya berharap, kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” lanjut dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.

Kegiatan yang lakukan selama tiga hari itu diisi sesi presentasi dan pengumpulan hasil penelitian. Sesi presentasi diselesaikan selama dua hari(3-4/10) dan hari terakhir (5/10) dimanfaatkan untuk penyelesaian administrasi, pengumpulan laporan penelitian, surat keterangan penelitian, dan sebagainya.

Foto: Empat peserta terbaik berfoto bersama pendamping dan panitia.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: