LDNU Tegaskan Misi Syiar Aswaja untuk Memperkuat NKRI

Jakarta, NU Online
Ajaran Ahlusunnah wal Jamaah sebagai benteng aqidah umat Islam di Indonesia perlu terus menjadi prioritas syair Lembaga Dakwah PBNU. Tradisi yang dihidupkan paham Aswaja terbukti selain bernilai ibadah juga memperkokoh bangunan sosial di Indonesia.

Demikian dinyatakan Ketua PP LDNU DR KH Manarul Hidayahdalam rapat kerja perdana LDNU di pesantren Al-Aqidah Al-Hasyimiyah  pimpinan ustadz Jamaludiin F Hasyim pada Selasa-Rabu (6-7/10).

“Ibadah ahlusunah seperti tahlil, ratiban, diba’an, istighotsah dan mauludan bagi kalangan Nahdhiyin tidak dipandang sebagai rangkaian ibadah semata, namun telah menjadi media yang memperkuat jalinan solidaritas antarumat dan menumbuhkan budaya silarurahmi dan gotong royong, satu ajaran sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Manarul.

Menurut Kiai Manarul, budaya solidaritas dan komunalitas inilah yang berhasil menciptakan budaya toleran dan memperkuat persaudaraan sesama muslim dan sesama sebangsa yang efeknya adalah terciptanya masyarakat Islam yang toleran, santun dan beradab, yang penting bagi ketahanan NKRI.

Tampak hadir dalam pertemuan ini Ketua PP LDNU periode 2010-2015 KH Zakki Mubarok dan Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Sekretaris PP LDNU KH Nurul Yaqin Ishaq.

Kunci sukses dakwah, Kiai Manarul menambahkan, adalah menyemarakkan masjid-masjid dengan kegiatan-kegiatan pengajian dan kegiatan sosial yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat.

“Kita juga perlu menyusun tuntunan-tuntunan praktis yang sangat dibutuhkan oleh para dai dan da’iah muda agar ajaran Ahlusunnah yang secara turun-temurun diwariskan para ulama terdahulu terus terjaga dan diamalkan. Inovasi dakwah juga dibutuhkan untuk mengakomodir perkembangan zaman yang juga telah memengaruhi pola pikir dan gaya hidup masyarakat.”

Sementara Kiai Manan menambahkan bahwa forum Muktamar Ke-33 NU telah memandatkan  Lembaga Dakwah NU untuk berperan dalam mengkader para da’i dan da’iah yang ada di penjuru negeri bahkan hingga mancanegara untuk melanjutkan syiar ajaran Ahlusunnah wal jamaah dan Nahdhiyah di tengah maraknya paham-paham yang cenderung menjauh dari ajaran Aswaja.

“PP LDNU berperan sebagai garda terdepan dalam memublikasikan, menyemarakkan ajaran-ajaran Aswaja baik melalui dakwah secara langsung, maupun metode-metode dakwah lainnya melalui media publikasi dan media elektronik yang saat ini sangat dibutuhkan oleh umat Islam di Indonesia,” kata Kiai Manan memberikan sambutan. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: