Lembaga Kebudayaan Jabal Beri Gusdurian Lampung Sila Pramiti

Tanggamus,  
Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung mengapresiasi positif kinerja penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto dalam menyuarakan perdamaian dan keragaman dengan memberikan piagam penghargaan Sila Pramiti.

Ajengan Teater Jabal, WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Jumat (20/11) menjelaskan, piagam bernomor : TJL.08.06/OT.01/013 / 2015 itu berarti tingkah laku bijaksana, berasal dari dua kata Sansekerta.

“Kami menilai kinerja menyerukan perdamaian, penghormatan atas perbedaan dan keragaman dilakukan saudara Gatot Arifianto di sejumlah titik itu puitik, tapi bukan fiksi, itu suatu laku nyata,” kata Fatchurrochman.

Pada 2012, bersama para jurnalis, akademisi, aktivis, dan budayawan di daerah itu, Gatot menyumbang tulisan yang dihimpun dalam buku “Merajut Jurnalisme Damai di Lampung”. Buku diterbitkan bersama oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dan Indepth Publishing tersebut adalah ikhtiar bersama untuk mengembangkan perspektif jurnalisme damai atau “peace journalism” di Lampung khususnya dan negeri ini secara umum, saat menghadapi reportase peristiwa konflik sosial di tengah masyarakat yang masih terus mencuat.

“Gatot juga menggagas kegiatan-kegiatan merangkul berbagai pihak seperti ‘Riungan Kebangsaan’ digelar di Waykanan dan Bandarlampung yang memiliki jarak tempuh sekitar 220 kilometer. Karena itu, atas energi, keringat dan partisipasinya menyuarakan keragaman di Bumi ruwai Jurai ini, kami berikan penghargaan Sila Pramiti,” ujar dia lagi.

Penyerahan piagam penghargaan Sila Pramiti dilakukan disela Festival Bhineka Tunggal Ika digelar dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional 2015 dihelat di pelataran Sanggar Teater Jabal, beralamat di Jalan Raya Gunung Tiga no 134 Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Jumat (20/11) malam.

Penyerahan Sila Pramiti dilakuan oleh Kasat Binmas Polres Tanggamus AKP Djoko Sarianto kepada Gatot didampingi Kapolsek Pugung AKP Irfansyah Panjaitan, disaksikan Pengasuh YPI PP Nurul Falah KH Junaedi AR, pengurus Lesbumi Lampung Kiswanto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Romo Yosef Wiyoto, tokoh adat Lampung Buya Sayuti Ibrahim, tokoh adat Sunda Suhadi AR, peneliti Ahmad Sumadi, Ketua IPNU Kabupaten Tanggamus M Taufik A Rahman, Ketua IPNU Kabupaten Pringsewu Turmudji, Kepala Desa Gunung Tiga Sayuti dan para hadirin. (Wahidun/Abdullah Alawi)

<

div id=”_mcePaste” class=”mcePaste” style=”width: 1px;height: 1px;overflow: hidden”>

Lembaga Kebudayaan Jabal Beri Gusdurian Lampung Sila Pramiti

Tanggamus,  

Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung mengapresiasi positif kinerja penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto dalam menyuarakan perdamaian dan keragaman dengan memberikan piagam penghargaan Sila Pramiti.

Ajengan Teater Jabal, WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Jumat (20/11) menjelaskan, piagam bernomor : TJL.08.06/OT.01/013 / 2015 itu berarti tingkah laku bijaksana, berasal dari dua kata Sansekerta.

“Kami menilai kinerja menyerukan perdamaian, penghormatan atas perbedaan dan keragaman dilakukan saudara Gatot Arifianto di sejumlah titik itu puitik, tapi bukan fiksi, itu suatu laku nyata,” kata Fatchurrochman.

Pada 2012, bersama para jurnalis, akademisi, aktivis, dan budayawan di daerah itu, Gatot menyumbang tulisan yang dihimpun dalam buku “Merajut Jurnalisme Damai di Lampung”. Buku diterbitkan bersama oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dan Indepth Publishing tersebut adalah ikhtiar bersama untuk mengembangkan perspektif jurnalisme damai atau “peace journalism” di Lampung khususnya dan negeri ini secara umum, saat menghadapi reportase peristiwa konflik sosial di tengah masyarakat yang masih terus mencuat.

“Gatot juga menggagas kegiatan-kegiatan merangkul berbagai pihak seperti ‘Riungan Kebangsaan’ digelar di Waykanan dan Bandarlampung yang memiliki jarak tempuh sekitar 220 kilometer. Karena itu, atas energi, keringat dan partisipasinya menyuarakan keragaman di Bumi ruwai Jurai ini, kami berikan penghargaan Sila Pramiti,” ujar dia lagi.

Penyerahan piagam penghargaan Sila Pramiti dilakukan disela Festival Bhineka Tunggal Ika digelar dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional 2015 dihelat di pelataran Sanggar Teater Jabal, beralamat di Jalan Raya Gunung Tiga no 134 Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Jumat (20/11) malam.

Penyerahan Sila Pramiti dilakuan oleh Kasat Binmas Polres Tanggamus AKP Djoko Sarianto kepada Gatot didampingi Kapolsek Pugung AKP Irfansyah Panjaitan, disaksikan Pengasuh YPI PP Nurul Falah KH Junaedi AR, pengurus Lesbumi Lampung Kiswanto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Romo Yosef Wiyoto, tokoh adat Lampung Buya Sayuti Ibrahim, tokoh adat Sunda Suhadi AR, peneliti Ahmad Sumadi, Ketua IPNU Kabupaten Tanggamus M Taufik A Rahman, Ketua IPNU Kabupaten Pringsewu Turmudji, Kepala Desa Gunung Tiga Sayuti dan para hadirin. (Wahidun/Abdullah Alawi)

 

 

 

 

Lembaga Kebudayaan Jabal Beri Gusdurian Lampung Sila Pramiti

Tanggamus,  
Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung mengapresiasi positif kinerja penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto dalam menyuarakan perdamaian dan keragaman dengan memberikan piagam penghargaan Sila Pramiti.
Ajengan Teater Jabal, WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Jumat (20/11) menjelaskan, piagam bernomor : TJL.08.06/OT.01/013 / 2015 itu berarti tingkah laku bijaksana, berasal dari dua kata Sansekerta.

“Kami menilai kinerja menyerukan perdamaian, penghormatan atas perbedaan dan keragaman dilakukan saudara Gatot Arifianto di sejumlah titik itu puitik, tapi bukan fiksi, itu suatu laku nyata,” kata Fatchurrochman.

Pada 2012, bersama para jurnalis, akademisi, aktivis, dan budayawan di daerah itu, Gatot menyumbang tulisan yang dihimpun dalam buku “Merajut Jurnalisme Damai di Lampung”. Buku diterbitkan bersama oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dan Indepth Publishing tersebut adalah ikhtiar bersama untuk mengembangkan perspektif jurnalisme damai atau “peace journalism” di Lampung khususnya dan negeri ini secara umum, saat menghadapi reportase peristiwa konflik sosial di tengah masyarakat yang masih terus mencuat.

“Gatot juga menggagas kegiatan-kegiatan merangkul berbagai pihak seperti ‘Riungan Kebangsaan’ digelar di Waykanan dan Bandarlampung yang memiliki jarak tempuh sekitar 220 kilometer. Karena itu, atas energi, keringat dan partisipasinya menyuarakan keragaman di Bumi ruwai Jurai ini, kami berikan penghargaan Sila Pramiti,” ujar dia lagi.

Penyerahan piagam penghargaan Sila Pramiti dilakukan disela Festival Bhineka Tunggal Ika digelar dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional 2015 dihelat di pelataran Sanggar Teater Jabal, beralamat di Jalan Raya Gunung Tiga no 134 Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, Jumat (20/11) malam.

Penyerahan Sila Pramiti dilakuan oleh Kasat Binmas Polres Tanggamus AKP Djoko Sarianto kepada Gatot didampingi Kapolsek Pugung AKP Irfansyah Panjaitan, disaksikan Pengasuh YPI PP Nurul Falah KH Junaedi AR, pengurus Lesbumi Lampung Kiswanto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Romo Yosef Wiyoto, tokoh adat Lampung Buya Sayuti Ibrahim, tokoh adat Sunda Suhadi AR, peneliti Ahmad Sumadi, Ketua IPNU Kabupaten Tanggamus M Taufik A Rahman, Ketua IPNU Kabupaten Pringsewu Turmudji, Kepala Desa Gunung Tiga Sayuti dan para hadirin. (Wahidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: