Lewat Bahtsul Masail, PCNU Jepara Haramkan Pembakaran Hutan

Jakarta,
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara mengangkat wacana pembakaran hutan dalam forum bahtsul masail pra konferensi cabang ke-31 di Pringgitan Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (25/10). Forum yang diikuti para kiai dari 14 MWCNU sekabupaten Jepara akhirnya memutuskan bahwa aktivitas pembakaran lahan diharamkan.

Dalam pembahasan pembakaran hutan yang dipimpin Ketua LBMNU Jepara Kiai M NasrullahHuda, forum memperbincangkan hukum land clearing (membuka lahan) dengan cara membakar hutan. Pembahasan ini diperkaya dengan salah seorang narasumber dari Dinas Kesehatan Jepara Hadi Sarwoko.

Dari diskusi yang mendalam, para ulama dan kiai merumuskan bahwa hukum membuka lahan dengan cara membakar hutan seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia terutama  di Sumatera dan Kalimantan adalah haram. Pasalnya, dampaknya sangat nyata dan menimbulkan kerusakan.

“Maka dengan merujuk pada kitab-kitab fiqih diputuskan hukumnya adalah haram dan tidak diperbolehkan menurut hukum agama,” terang Kiai Nasrullah yang juga Sekretaris LBMNU Jawa Tengah.

Sebagai tuan rumah, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutan menyatakan mendukung kegiatan bahtsul masa’il yang mengambil tema “Memberi solusi untuk umat”. Pihaknya sangat menghormati peran serta para ulama dan kiai dalam memberikan jawaban hukum atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Kami juga membutuhkan sumbang saran dan bantuan para ulama dan kiai dalam mendukung program-program yang dilakukan pemerintah guna tercapainya kesejahteraan rakyat, khususnya di Jepara,” sambung Marzuqi.

KH Noor Rohman Fauzan mewakili Rais Syuriyah PCNU mengharapkan kerja sama dengan pemerintah bisa terjalin dengan baik.

“Ke depan, saya rasa akan lebih baik lagi jika dalam mengambil kebijakan di daerah, pemerintah mendengarkan kajian hukum agama dari para kiai sebagai proses konsultasi publik,” tutur Kiai Noor Rohman. (Red Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: