LKSB Soroti Persoalan Nasionalisme Bangsa yang Mulai Menipis

Jakarta, Indonesia adalah konsepsi kultural tentang suatu komunitas yang diimajinasikan sebagai entitas dari warisan teritorial jajahan Belanda. Sedang negara Indonesia adalah konsepsi politik tentang yang tumbuh berdasarkan kesadaran politik untuk merdeka dengan melatakkan individu dalam kerangka kerakyatan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur dalam acara bedah buku gubahannya ‘Quo Vadis Nasionalisme? Merajut Kembali Nasionalisme Kita yang Terkoyak’ di lantai 5 Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Kamis (28/5).

Dalam pandangannya, Bang Ghopur, sapaan akrabnya mengatakan, nasionalisme yang memudar disebabkan oleh berbagai hal. Pertama, problem Indonesia sesungguhnya keberlangsungan manajemen negara pasca kolonialisme. “Kedua, kita belum siap menerima keragaman,” kata salah satu pengurus LPBINU ini.

Dia juga menjelaskan, buku ini berusaha ‘menggugat’ kembali makna dan semnagat nasionalisme kita yang kian hari kian menipis, meluntur, dan perlahan sirna. “Oleh karena itu, saya juga berusaha merajut pemikiran Hadlratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari mengenai kerukunan bergama serta persatuan umat dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, buku ini juga membahas sekelumit riwayat KH Abdul Wahab Chasbullah dalam membangun, menghidupkan, dan menggerakkan semangat nasionalisme umat dan bangsa.

Selain para aktivis mahasiswa yang memadati ruang diskusi, hadir pula sebagai narasumber, Eva Kusuma Sundari. (Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: