Ma’arif Jatim Gelar Workshop Desain Sekolah dan Madrasah Unggul

Batu, Tantangan lembaga pendidikan selalu dinamis. Diperlukan sejumlah kreasi agar bisa ditemukan langkah terbaik dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kesadaran ini juga yang dimiliki PW Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan NU, Ma’arif NU Jatim menyiapkan desain pendidikan sekolah atau madrasah unggul. Kegiatan berlangsung di Hotel Kartika Wijaya Kota Batu, Jawa Timur Jumat-Ahad (11-13/9) dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, Dr H Saifur Rahman MPd.

Dalam sambutannya, Saifur Rahman meminta agar Ma’arif NU meningkatkan lembaga pendidikan yang dikelola menjadi unggul. “Hal tersebut dapat dilakukan dengan berupaya meningkatkan pendidikan melalui manajemen pendidikan, tenaga pendidik, kepala sekolah, sarana prasarana dan tenaga kependidikan,” katanya saat sambutan, Jumat (11/9).

Menurutnnya, hingga kini Jatim merupakan barometer bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. “Tahun 2014 lalu, Jawa Timur menjadi juara Olimpiade Sains Nasional atau OSN 2014 dan sejumlah olimpiade siswa nasional lain,” ungkapnya. Dalam praktiknya, lanjutnya, Dinas Pendidikan Jatim akan membantu memberikan fasilitasi bagi LP Ma’arif NU untuk mewujudkan prestasi pendidikan unggul tersebut.

Untuk bisa mengembangkan sekolah menjadi unggul, perlu meningkatkan potensi pendidikan dengan menata berbagai potensi yang ada. “Lembaga pendidikan di Ma’arif NU memiliki potensi luar biasa,” akunya. Hal ini dibuktikan di antaranya dengan jumlah siswa yang cukup besar, basic keilmuan keagamaan terutama Islam Ahlisunnah wal Jamaah dan diimbangi dengan potensi lain. “Tinggal bagaimana melanjutkan dengan menggali potensi tersebut menjadi pendidikan unggul,” katanya.

Dalam pandangannya, model pendidikan unggul sangat jarang dikembangkan oleh sekolah maupun madrasah. “Hal ini terbukti dari kemampuan para pengelola yang hanya melaksanakan sistim atau mekanisme pendidikan secara umum, tetapi belum banyak yang mendesain pendidikan secara modern dan memiliki daya saing tinggi,” ungkapnya.

Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim, Prof Dr H Abd Haris, MA menyadari, Jatim sebagai pioner pendidikan nasional, namun masih memiliki kekurangan dalam pemerataan pendidikan. Karenanya, dengan jumlah pendidikan di lingkungan Ma’arif NU sangat banyak dan kualitasnya beragam, maka pemerintah harusnya berterimakasih.

“Melalui workshop desain madrasah dan sekolah unggul ini akan menghasilkan modul dan perangkat untuk memudahkan LP Ma’arif NU dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih unggul dan merata,” pungkas guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya ini. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)