Madrasah Jurnalistik Siap Keliling Pesantren dan Madrasah

Surabaya, Pengurus Wilayah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur telah memiliki lembaga baru yakni Madrasah Jurnalistik. Sejumlah pesantren dan madrasah telah mengajukan permohonan agar bisa menerima pelatihan.

“Antusias pimpinan pesantren dan madrasah di Jawa Timur sangat tinggi untuk menerima materi jurnalistik,” kata Ketua PW LTN NU Jatim, Ahmad Najib AR kepada , Senin (30/11). Hal tersebut, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dengan tersedianya sumber daya manusia serta jaringan alumni dan wali santri yang ada di setiap lembaga.

Karena itu, Gus Najib, sapaan akrabnya dengan dibantu sejumlah pengurus harian telah mempersiapkan modul bagi kegiatan ini. “Harus disiapkan dengan lebih matang dan rinci agar tidak sekedar pelatihan tanpa hasil,” terang alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dalam diskusi yang telah dilakukan dengan melibatkan para praktisi media berlatarbelakang NU, Gus Najib mempersiapkan setidaknya tiga hingga empat paket yang bisa dipilih pimpinan madrasah dan pesantren. “Bisa sekedar menggugurkan rasa ingin tahu apa itu jurnalistik, hingga pelatihan yang mendalam sekaligus praktik membuat media cetak maupun online,” katanya.

Madrasah Jurnalistik juga akan memberikan kesempatan kepada para peserta dan lembaga untuk dilakukan monitoring usai kegiatan pelatihan. “Sehingga akan diputuskan juga siapa mentor yang akan terus mengawal media hasil pelatihan tersebut,” sergahnya.

PW LTN NU Jatim sendiri memiliki sejumlah pengurus yang terlibat aktif dalam dunia jurnalistik. “Dari mulai praktisi media online, cetak hingga televisi, semua kami miliki,” bangganya. Dengan demikian, pihak pesantren dan madrasah tidak semata mendapatkan teori seperti saat di sekolah maupun kuliah. “Langsung praktik dengan didampingi secara penuh oleh para mentor,” ungkapnya.

Diskusi terkait formula pelatihan telah melalui perbincangan yang matang. “Kita sudah melakukan evaluasi terhadap pelatihan serupa yang berujung kegagalan lantaran tidak ada pendampingan,” kata Gus Najib.

Para narasumber yang telah menyatakan kesediaan diantaranya, Hakim Jayli dan Sururi Arumbani (TV9), Mokhammad Kaiyis (Duta), Edy M Ya’qub (Antara), A Choliq Baya (Jawa Pos), Nur Faishal (Viva), Faizal (Kompas), Afif Amrullah (Aula), Abdul Hady JM (Gatra), dan praktisi media lain.

“Diharapkan dari Madrasah Jurnalistik ini akan lahir para pegiat media di masing-masing lembaga,” katanya. Karena kelemahan yang dimiliki lembaga pendidikan dan pesantren saat ini adalah kurangnya kemampuan menulis tokoh serta potensi yang dimiliki. “Padahal pesantren dan madrasah kaya akan khazanah yang layak diketahui khalayak,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Gambar: Ahmad Najib AR, Ketua PW LTN NU Jatim.

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: