Mahasiswa dan Santri di Pati Ramai-ramai Donorkan Darah

Pati, Ratusan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) dan santri dari berbagai pondok pesantren di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati berduyun-duyun mendonorkan darah di kampus setempat.

Aksi tersebut, baru kali pertama dan tidak biasa dilakukan dalam rangkaian peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul yang digelar setiap 10 Muharram itu, mengundang partisipasi banyak kalangan, terutama kalangan santri dan pelajar.

Para peziarah dan pedagang dari berbagai daerah juga turut meramaikan haul tersebut. Bagi warga masyarakat, santri pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kajen, Haul Syekh Ahmad Mutamakkin menjadi momentum untuk bertemu dalam kegiatan positif. Sekaligus mengawali tahun dengan aktivitas yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.

Aksi donor darah berlangsung Rabu (21/10). “Donor darah ini misalnya menjadi contoh kecil kegiatan positif di awal tahun hijriyah, sekaligus wujud solidaritas sesama insan melalui darah,” ujar Zaki Fuad panitia pelaksana donor darah di Fakultas Dakwah Progam Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Melalui PMI

Dalam kesempatan itu, sedikitnya 170 Mahasiswa dan santri merelakan sebagian darahnya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Jumlah penyumbang darah tersebut, di luar dugaan lantaran melebihi target yang ditetapkan, yakni 100 penyumbang darah.

“Mahasiswa dan santri sangat antusias sehingga jumlah penyumbang darah membeludak. Jumlah tersebut, sebenarnya bisa lebih banyak namun karena santri terkendala transportasi sehingga hanya 170 orang,” jelas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah itu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, animo penyumbang darah yang besar menunjukkan, bahwa kepekaan sosial mahasiswa dan santri di Kajen dan sekitarnya cukup tinggi. Itu tidak terlepas dari pola pendidikan yang selama ini diterapkan, yakni memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kedepan kegiatan seperti ini akan kami persiapkan lebih matang lagi, sehingga akan mengundang lebih banyak peserta yang terlibat tidak hanya dari kajen saja,” tandasnya.           

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: