Mahasiswa Dingatkan Perlunya Proteksi Diri dengan Tarekat

Jember, Pengurus Jam’iyah Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) atau organisasi tarekat NU cabang Jember mengajurkan para mahasiswa membentengi diri dengan tarekat di tengah kemudahan berbuat maksiat di zaman kecanggihan teknologi ini.

“Jika bioskop dan kemaksiatan sudah bisa masuk saku melalui hendphone, maka pagar kampus tidak lagi mampu membatasinya dan meninggalkan teknologi tersebut merupakan kemunduran peradaban,” kata Kiai Agus Ahmad Nafi, pengurus Jatman Jember pada Haul Akbar Masyayikh Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal, yang dilaksanakan Ahad (18/10) di Kampus Universitas Negeri Jember (Unej), Jember Jawa Timur.

Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Unej ini lalu melanjutkan, “Maka tidak ada lain pilihannya harus memasang pagar pengaman yang lebih dalam dari saku tersebut, yaitu di dalam hati melalui thariqah.”

Rektor Universitas Yudarta Pasuruan H Saifullah dalam ceramahnya menyampaikan perlunya mengolah pemikiran dengan ilmu, mengolah hati dengan dzikir, dan mengolah rasa dengan berguru dalam thariqah.

Haul Akbar Masyayikh Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal dihadiri ribuan jamaah dengan pakaian putih-putih. Mereka yang merupakan jamaah Sitqon (Silaturahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah) Gersempal hadir dari berbagai kota di Indonesia dan yang terbanyak dari Pulau Jawa dan Madura.

Selain itu kegiatan tersebut dihadiri oleh para mursyid, di antaranya Thariqat Naqsyabandiyah Mudzhari Gersempal, Naqsyabandiyah Kholidiyah, dan Qodiriyah wan Naqsyabandiyah. (Dedi Haryono/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: