Majelis Rijalul Ansor Kembali Begerak di Surakarta

Solo,
Setelah lama vakum, pengajian Rijalul Ansor yang digelar GP Ansor Kota Surakarta kembali diselenggarakan, Ahad (6/9) malam. Gelaran putaran kedua kali ini, dihelat di depan masjid Al-Hikmah Kratonan Surakarta, sebuah bangunan masjid yang letak temboknya bersebelahan langsung dengan gereja.

Ribuan jamaah yang hadir dari berbagai daerah dengan penuh khidmat mengikuti pembacaan kitab maulid Simtuddurar. Usai pembacaan sholawat, giliran Habib Noval Al-Idrus menyampaikan ceramahnya.

Penasihat GP Ansor Surakarta itu mengajak para jamaah untuk membaca kembali sejarah pendirian NU. “Apa itu NU? Mengapa dinamakan Nahdlatul Ulama, bukannya Nahdlatul Ummah?” tanya pengasuh majelis Ar-Raudah ini kepada jamaah.

Dipaparkan lebih lanjut olehnya, berdirinya NU menjadi momentum kebangkitan para ulama di Indonesia.

“Mengapa yang bangkit ulama? Karena dengan bangkitnya para ulama, negara ini akan menjadi aman. Negara ini akan aman, barokah, dan makmur kalau ulama dan umaranya baik. Kalau keduanya sudah baik insya Allah umat dan negaranya juga akan baik,” tegas Habib Noval.

Habib Noval juga menekankan, perlunya bersyukur atas karunia berupa Negara Indonesia yang sampai saat ini masih dilingkupi kedamaian dan warga negaranya senantiasa menjunjung tinggi norma dan kesantunan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)