Makesta Gabungan Sosialisasikan Hasil Kongres IPNU-IPPNU

Jombang, Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU STIT al-Urwatul Wutsqo bersama PKPT IPNU-IPPNU Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang menggelar Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) gabungan di Pondok Pesantren al-Mahfudz, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Makesta gabungan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberadaan PKPTNU di tingkat perguruan tinggi.

Di samping itu karena dibakukannya aturan yang menegaskan tentang keberadaan lembaga tersebut di wilayah perguruan tinggi saat kongres IPNU-IPPNU di Boyolali, Jawa Tengah Desember lalu. 

Mohammad Aqil Ketua PKPTNU STIT al-Urwatul Wutsqo mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mendapat respon positif dari berbagai mahasiswa di Jombang. Tak kurang dari 40 mahasiswa mengikuti Makesta tersebut hingga rampung. “Alhamdulillah tidak kurang dari 40 peserta mengikuti kegiatan ini,” katanya kepada saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (29/12).

Meskipun demikian, Aqil mengaku bahwa keberadaan PKPTNU di wilayah Jombang masih belum merata dan massif, pihaknya bertekad dalam waktu yang tidak lama akan memperkenalkan PKPTNU kepada mahasiswa se-Jombang. “Supaya kampus-kampus lain se-Jombang tahu bahwa PKTPTNU sudah dibakukan di wilayah pengurus pusat, pengurus wilayah dan terus ke bawah,” ujarnya.

Makesta digelar hingga dua hari, senin-selasa (28-29/12/2015). Selama kegiatan, setiap peserta mendapat sekitar 6 materi, di antaranya Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), kelembagaan PKPTNU dan ke-NUan, keorganisasian, kepemimpinan, teknik lobiying dan materi persidangan.

Dari berbagai materi tersebut, diharapkan para peserta dapat memahami secara keseluruhan, terlebih pada aspek Aswaja an-Nahdliyah yang selama ini menjadi ruh gerakan NU. Sebab ahir-ahir ini tidak sedikit golongan yang mengaku menganut paham Aswaja. 

“Sekarang ini banyak golongan yang mengaku berpaham Aswaja meskipun mereka bukan NU, satu sisi harus diakui memang bahwa banyak perbedaan paham-paham Aswaja menurut masing-masing persepektif, namun yang benar-benar Aswaja adalah Aswaja NU,” terangnya.

Sementara untuk tajuk Makesta ini, panitia penyelenggara tampak lebih menekankan pada aspek penguatan kader terhadap paham keaswajaan, yakni “Menyatukan Kader Muda NU untuk Mengokohkan Landasan Pemikiran yang Realistis tentang Aswaja”. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)