Makna Santri Menurut Mustasyar PCNU Subang

Subang,
Makna santri merupakan salah satu poin yang disampaikan oleh Mustasyar PCNU Subang KH. Nawawi dalam kegiatan Muludan yang digelar di Pesantren Al-Karimiyyah, Pungangan, Patokbeusi, Subang, Sabtu (13/12) malam.

“Kata santri itu dibuat sama orang pinter, san-tri, san potongan kata insan dan tri berarti tiga,. Tiga? Karena santri itu manusia yang mencari tiga ilmu supaya selamat di tiga alam,” ungkap mantan Rais Syuriyah PCNU Subang itu.

Tiga ilmu itu, sambung dia, adalah ilmu syariat, tarekat, dan hakikat. Dengan tiga ilmu tersebut diharapkan dapat menyelamatkan hidupnya di tiga alam, yaitu alam dunia, alam barzakh, dan alam akhirat.

“Selamat di dunia, tapi di alam barzakh atau akhirat disiksa, akan ‘blangsak’, selamat di akhirat tapi di dunia ‘blangsak’ tentu gak mau, ingin di dunia selamat, di barzakh selamat, di akhirat selamat, ilmunya harus pakai syariat, hakikat dan tarekat” paparnya

Kiai Nawawi pun mengapresiasi pemerintah yang telah menerbitkan Hari Santri Nasional karena santri telah terbukti memberikan kontribusinya bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Di antara hal yang menjadi karakter santri adalah akhlakul karimah karena secara teori dan praktik santri selalu diberikan pendidikan akhlakul karimah dan juga selalu didorong untuk mengisi spiritualitasnya.

“Makanya dari dulu sampai sekarang mana ada tawuran antarsantri atau tawuran antarpesantren? Tidak ada itu,” tegasnya.

Selain itu, ia pun mengkritisi model pendidikan di sekolah, karena secara fasilitas, keilmuan, teknologi dan ilmu umum lainnya bisa dikatakan menguasai kendati masih minim dalam hal akhlakul karimah.

“Lulusan SR (Sekolah Rakyat, red) kalau tidak punya akhlak paling mencuri kelapa sebiji, tapi kalau S2, S3 yang tidak punya akhlak, kelapa se-Jawa Barat bisa dia curi,” tukasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)