Mantan Teroris Ini Beberkan Faktor Ia Masuk Kelompok Ekstrem

Jember, Abdurrahman Ayyub, salah seorang mantan anggota gerakan terorisme yang pernah mendapat gemblengan di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9) kemarin datang ke Sukowono Jember, Jawa Timur.

Abdurrahman Ayyub turut mengisi acara halaqoh nasional “Pencegahan Paham Radikal ISIS bersama Syuriah NU dan Kiai Langgar” di Pesantren Mambaul Ulum Sukowono. Di hadapan 350 kiai dari Lumajang dan Jember, dia menjelaskan tentang perkembangan Islam radikal.

Abdurrahman Ayyub mengatakan, dirinya merupakan mantan staf dan wakil komandan akademi militer Afghanistan Abu Thaluth dan mantan penasihat mantiqoh 4 Jamaah Islam (JI) Australia.

Ia mengaku hanya mengenyam jenjang pendidikan umum.  “Sehingga saya akhirnya terpengaruh dan ikut dalam jamaah Islam radikal,” aku alumnus STM Budi Utomo, Sulawesi itu.

Dijelaskan, ketika pemahaman seseorang masih dangkal tentang Islam, maka akan sangat mudah terpengaruh ketika mendengar ustadz-ustadz yang menerangkan sabda Nabi dan ayat-ayat al-Quran, meskipun di dalamnya ada doktrin menjadi teroris. “Saya sempat berada didalamnya,” ujarnya.

Abdurrahman bercerita, keikutsertaannya dalam gerakan Islam radikal pada usia muda didorong keinginan dirinya untuk mendekatkan diri pada Allah. Sebab tujuannya sama, yakni ingin mencari rido Allah dan ingin mendapat khusnul khotimah.

“(Hanya saja) upayanya kemudian melakukan bom bunuh diri. Itu yang kemudian salah, (karena) masih banyak jalan yang bisa ditempuh,” tegasnya.

Agenda yang diprakarsai oleh Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) pusat itu dihadiri langsung Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Saud Usman Nasution, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Presiden Konfederasi Sabumusi Pusat Syaiful Bahri Ansori, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, serta jajaran akademisi dari Jember dan Lumajang. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)