Marsudi Sebut Perekrutan Anggota ISIS via Media Sosial

Jepara, NU Online
Hingga kini alumni ISIS yang sudah berada di Indonesia berjumlah 124 orang. Sisanya 800-an orang masih di luar negeri. Dengan kondisi yang memprihatinkan itu Ketua PBNU H Marsyudi Syuhud mengharapkan kaderisasi di ranah NU harus terus digalakkan.

“Alumni ISIS yang sekarang di Indonesia harus dideteksi keberadaannya. Jangan sampai merekrut kader-kader kita,” kata Marsudi saat memberikan sambutan Pelantikan PCNU Jepara di Gedung NU Jepara, Selasa (22/12) siang.

Jika kader NU di pesantren dan di madrasah diajar pelajaran sharaf “Dharaba yadhribu dharban,” tetapi dengan mengikuti ISIS peserta dilatih bagaimana cara membom. Untuk itu kepada ratusan nahdliyyin dan tamu undangan ia mengingatkan harus terus waspada.

“IPNU-IPPNU harus terus bergerak. Jangan sampai lengah,” lanjutnya.

Mantan Sekjen PBNU 2010-2015 itu membeberkan perekrutan ISIS tidak lain ialah remaja berusia sekitar 12 tahun. Mereka merekrut via fesbuk, twiter serta media massa.

Selain keliling Indonesia lulusan pesantren Ash-Shiddiqiyyah Jakarta itu juga menyebarkan Islam ramah ke Amerika, Uni Eropa, Roma, Australia, dan negara-negara yang lain.

Uni Eropa juga secara resmi mengirimkan surat ke PBNU dan meminta PBNU untuk mengirim kiai ke Eropa dan Australia. “Intinya mereka ketakutan dengan Islam radikal, dan ingin mendalami Islam ala Indonesia,” tegas putra H Suhadi dan Hj Sairah ini.

Tidak hanya itu, negara-negara di belahan Timur Tengah misalnya juga meminta hal yang sama. “NU hari ini sedang diperhitungkan dunia. Dunia Timur Tengah dan Barat sedang rindu belajar dengan kaum sarungan,” pujinya.

Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair membenarkan Islam Indonesia sangat dikagumi Timur Tengah dan Barat sehingga Australia, Selandia Baru, dan negara yang lain ingin terus belajar Islam kepada NU. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)