Masjid Jadi Perlambang Takwa

Brebes, NU Online
Masjid menjadi lambang tingkat ketakwaan suatu umat kepada Allah SWT. Dan derajat tinggi rendahnya dapat terlihat ketika niatan awal saat peletakan batu pertama pembangunan masjid. Dalam artian, niatan seseorang atau umat suatu kaum akan memperlihatkan nilai karismatis dan bisa berpengaruh pada kecintaan orang lain pada masjid tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh KH Endang Baranas MA dari Jakarta saat menyampaikan mauidlatul khasanah pada peresmian masjid Baitul Mutaqin Dukuh Sigempol Desa Randusanga Brebes, Senin (3/8).

Allah SWT, lanjut Endang, menyediakan berbagai ladang amalan di dunia untuk memuliakan manusia itu sendiri. Allah SWT tidak butuh apapun dari mahluknya, justru mahluklah yang membutuhkan Sang Khalik, salah satunya dengan masjid untuk menguatkan pondasi keimanan dan ketakwaan kepada-Nya.

“Namun yang juga tidak kalah penting, adalah bagaimana umat bisa berbuat apa setelah dibangunnya masjid, tidak hanya ramai-ramai membangun masjid namun kemudian ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.

Kemakmuran masjid, sambungnya, sangat bergantung pada bagaimana niatan awal pembangunannya. Sebagai contoh, mengapa masjid Agung Demak lebih banyak dikunjungi daripada masjid Agung Brebes? Ternyata ada kekuatan pendahulu yang membangun masjid tersebut, yakni dengan niatan ikhlas dan memiliki pondasi keimanan yang kuat.

Pun sama-sama keajaiban dunia, kenapa Borobudur yang kontruksinya rumit pengunjungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Ka’bah yang sederhana? “Orang yang hendak mengunjungi Ka’bah, hingga kini mengharuskan antri hingga berpuluh-puluh tahun,” tandasnya.

Pengurus masjid Baitul Mutaqin H Tarmudi SPd menjelaskan, masjid dibangun dalam motif Persia dan Mesir kuno dengan ornamen yang sangat cantik sehingga menambah gairah jamaah untuk berlama-lama menikmati keindahan dan keteduhan untuk beribadah kepada Nya.

Masjid hasil wakaf dari H Dulmajid, H Suyud dan Hj Warni dibangun diatas tanah seluas 29 X 17 meter persegi. Peletakan batu pertama dilakukan pada 12 Mei 2014 dan selesai pada 31 Juli 2015. Hingga sampai saat ini telah menelan dana Rp 1,6 milyar. Dana sebesar itu didapat dari swadaya masyarakat, donator, bantuan pemkab Brebes dan juga bantuan pribadi Bupati.

“Namun, menara dan pagar keliling belum rampung  sehingga kemungkinan dana yang dibutuhkan keseluruhannya bisa mencapai Rp 1,8 milyar,” papar Tarmudi.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan cara pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Bupati berharap, pembangunan masjid di Dukuh Sigempol bisa menambah kesemangatan untuk beribadah sehingga keimanan dan ketakwaan umat Islam Sigempol bisa makin meningkat. Dia mengakui kalau peran ulama sangat membantu kesuksesan pembanguan daerah. Terutama dalam membangun mental dan spiritual.

“Tanpa peran ulama, pembangunan Brebes sulit untuk bisa maju,” tuturnya.

Idza menyadari kalau pembangunan suatu daerah itu harus seimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani. Pemkab, senantiasa berupaya menyeimbangkan pembangunan keduanya secara selaras dan serasi serta berkelanjutan. Sehingga bisa tercapai masyarakat yang baldatul toyibatun warobun ghofur. (Wasdiun/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)