Masjid Sunan Kalijaga Tak Mampu Tampung Pelayat

Jember, Masjid Sunan Kalijaga yang terletak persis di samping kanan rumah sesepuh NU KH Muchit Muzadi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, tak mampu menampung para pelayat yang ingin berbela sungkawa atas kewafatannya.

Bahkan puluhan tokoh dan kiai juga berjubel di rumah duka. Di sana ada KH. Syadid Jauhari, KH. Muhyiddin Abdusshomad, Rektor IAIN Jember Babun Suharto, Rektor Universitas Jember Moh Hasan, Ketua Umum PP Sarbumusi Saiful Bahri Ansori, anggota DPR RI, dan sebagainya. “Saya dan kita semua merasa kehilangan beliau,” ucap Babun Suharto kepada NU Online, Ahad (6/8).

Menurut salah seorang cucunya, Ahmad Syaifuddin Zuhri, dalam beberapa tahun terakhir ini Mbah Muchit  memang sakit-sakitan, dan lebih banyak tinggal di rumah keluarganya di Malang, Jawa Timur.  Beberapa kali sempat keluar masuk rumah sakit.

“Kadang-kadang Mbah pulang ke Jember jika ada keperluan yang harus dilakukan di rumahnya. Kadang  setengah bulan sekali, beliau pulang. Itupun hanya dua hari,” lanjut guru sebuah SD tersebut.

Sejak Ahad pagi, para pelayat sudah berkumpul di Masjid Sunan Kalijaga. Sambil membaca surat al-Ikhasl, mereka menuggu kedatangan jenazah sang kiai. Akhirnya pukul 12.45 WIB, mobil ambuance yang membawa jenazah Mbah Muchit pun tiba. Kontan saja puluhan anggota Banser dan pelayat rebutan untuk mengusung jenazah tokoh legendaris NU tersebut.

Setelah dishalatkan, jenazah Mbah Muchit disemayamkan di pemakaman umum di belakang rumahnya. “Kita bangsa Indonesia kehilagan kiai yang sangat berwibawa dan melegenda di NU,” ucap Wakil Ketua NU Jember, HM . Misbahus Salam. (Aryudi/Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)