Maulid Nabi dan Haul Gus Dur Berlangsung Meriah di Gedung PBNU

Jakarta, Peringatan Haul ke-6 KH Abdurraman Wahid (Gus Dur) kembali digelar, Rabu (30/12) malam ini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, setelah acara serupa diselenggarakan di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Acara yang dirangkai Maulid Nabi Muhammad ini berlangsung semarak dengan kehadiran jamaah dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya. Mereka memenuhi halaman dan ruang Masjid An-Nahdlah yang terletak di lantai pertama gedung PBNU. Hadir pula Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, putri sulung Gus Dur Alissa Qotrunnada, jajaran pengurus NU, dan para kiai dan para habib.

Peringatan haul ke-6 Gus Dur dan Maulid Nabi Muhammad malam ini dimotori oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Acara dimulai dengan istighotsah bersama para habib dan kiai sejak selepas sembahyang isya’, lalu dipuncaki dengan testimoni dan taushiyah.

Ketua PP LDNU KH Manarul Hidayat berharap, acara kali ini tak sebatas seremoni melainkan lebih dari itu jamaah bisa meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan perjuangan Gus Dur. “Gus Dur tidak hanya jadi panutan oleh orang NU, tapi juga masyarakat Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili keluarga Alissa mengungkapkan terima kasih atas peringatan haul Gus Dur yang diadakan PBNU tepat pada tanggal wafatnya Presiden Ke-4 RI ini, 30 Desember. “Ini adalah hadiah yang sangat luar biasa. Doa-doa bapak ibu yang dipimpin para guru kita jauh lebih bermakna daripada gelar pahlawan nasional,” tuturnya.

Sementara KH Said Aqil Siroj menekankan pentingnya melestarikan peringatan Maulid Nabi sebagai sarana meneladani dan mengharap syafaat dari Rasulullah. Peringatan haul ulama juga bukan termasuk praktik bid’ah karena di dalamnya mengandung banyak hal positif. “Mari kita yang positif dari Gus Dur kita tiru,” katanya. (Mahbib)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)