Mbah Moen: Muktamar NU Ke-33 Muktamar Siklus

Jombang, Kaum Muda Nahdlatul Ulama (NU) berhimpun dalam satu musyawarah dihelat 2-3 Agustus di Universitas Wahab Chasbullah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, KH Maimoen Zubair yang hadir memberikan tausyiah menyambut baik kegiatan berlangsung pada muktamar yang menurutnya muktamar siklus.

“Ini muktamar siklus. Saya sebut demikian karena 33 merupakan putaran sempurna, bertemunya matahari dan rembulan itu setiap 33 tahun,” kata sesepuh NU yang biasa dipanggil Mbah Moen itu, Ahad (2/8).

Di hadapan sekitar 2.000 kaum muda NU, mustasyar PBNU meminta jika nanti hadirin meninggal dan ditanya siapa bapaknya dalam kubur, maka jangan ragu menjawab Ibrahim.

“Ibrahim mengetahui adanya manusia khos, tertentu, dan manusia biasa yang tahunya peristiwa ditimbulkan dari mata dua. Ibrahim ialah satu-satunya nabi yang menegaskan, Islam akan berkembang terus-menerus. Apalagi setelah Allah mengangkat Nabi Besar Muhammad SAW,” ujar Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang-Rembang, Jawa Tengah itu lagi.

Agama adalah garis vertikal bukan horizontal. Namun demikian, Mbah Moen bertutur, agama tidak bisa menjadi agama yang benar-benar maju tanpa memikirkan yang horizontal.

Menurut Mbah Moen, Ibrahim mengetahui putaran matahari dari barat ke timur. Berbeda dengan Kaisar Babilonia ke-1, Raja Namrud yang hanya tahu matahari datang dari timur ke barat.

“33 dikali 3 itu Asmaul Husna,” ujar Mbah Moen pada kegiatan yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdaltul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, Koordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid, dan Presidium I Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) M Zimamul Adli. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: KH Maimoen Zubair memberikan tausyiah pada Musyawarah Kaum Muda NU di Universitas Wahab Chasbullah, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Ahad (2/8).

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)