Melihat Kemegahan dan Keunikan Masjid Pondok Tremas

Pacitan, Suka dengan wisata religi pesantren? jika iya maka Masjid ini dapat dijadikan tempat tujuan wisata religi pesantren, sambil beribadah sambil mengagumi kemegahan dan keunikan Masjid di salah satu pesantren tertua di Pulau Jawa, Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Masjid yang berada di tengah-tengah komplek pesantren ini mempunyai beberapa keunikan salah satunya, masjid ini tidak menggunakan istilah arab sebagai namanya. Sejak didirikan pada tahun 1830 M, masjid ini tetap menggunakan nama desa dan nama pesantren, Masjid Pondok Tremas.

Masjid Pondok Tremas mulai direnovasi pada tahun 1999 dan selesai pada tahun 2006. Renovasi masjid merupakan kreasi seni masyarakat, santri dan alumnus pondok. Pada tanggal 12 April 2006 Masjid Pondok Tremas diresmikan oleh Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dirangkaikan dengan kegiatan Reuni Nasional II Alumni Pondok Tremas yang dihadiri oleh ribuan alumni dari seluruh nusantara. 

Di samping kanan masjid Pondok Tremas, berdiri kokoh menara setinggi 30 M berwarna hijau yang melambangkan kesejukan dan kedamaian. Sementara itu ditiap-tiap pintu masuk masjid terpahat ukiran hiasan kaligrafi bentuk tsuluts dari warna emas berlatar belakang warna cokelat kayu. Begitu pula dengan ruang mimbar dan hiasan di tepi-tepi dinding masjid berhias tulisan kaligrafi indah dan sarat makna. 

Menurut KH Fuad Habib Dimyathi Pengasuh Pondok Tremas, keberadaan masjid Pondok Tremas cukup unik. Karena, tidak banyak masjid yang memiliki penetapan posisi antara matahari dan ka’bah berada dalam selisih 0,0 derajat.

“Itu pengaturan Tuhan dalam penetapan arah kiblat. Dalam Ilmu Falak, itu kan dipakai orang untuk menunjukkan waktu shalat,” kata Kiai Fu’ad menjelaskan, Sabtu (27/6).

Masjid Pondok Tremas sebelumnya memiliki karikatur matahari dan ka’bah. Ketika masjid akan diperbaharui, pihak Kementerian Agama tidak mau diam begitu saja, ingin melihat kebenaran apakah arah kiblat tidak berubah. Ternyata, meski direnovasi sedemikian rupa, arah kiblat tidak bergeser sama sekali.

Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, Masjid Pondok Tremas dijadikan sebagai pusat berlangsungnya beberapa kegiatan pesantren, seperti pengajian wetonan, kegiatan Bahtsul Masail dan Ijtima’ santri. Di masjid ini pula, dijadikan tempat penyambutan bila ada tokoh nasional yang sowan ke Pondok Tremas. Selain itu, setiap tamu wajib memberikan kata sambutan yang berisi pesan dan kesan kepada para santri.

Keunikan terakhir dari masjid ini adalah, tidak adanya kotak amal seperti lazimnya masjid-masjid diindonesia. Mungkin, inilah bedanya masjid Pondok Tremas dengan Masjid yang lainya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: