Menag Sampaikan Lima Pesan pada Penerima Beasiswa 5000 Doktor

Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas resmi penerima beasiswa program Doktor Kementerian Agama ke tujuan universitas masing-masing dalam dan luar negeri. Pelepasan secara simbolik dilakukan dengan melepas 150 burung merpati diikuti pejabat eselon I dan 150 peserta sebagai perwakilan 1.047 penerima beasiswa di lapangan upacara Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta (24/8).  

Hadir dalam acara pelepasan tersebut Sekjen Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Dirjen Bimas Kristen Oditha Hutabarat, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, Kabalitbangdiklat Abdurahman Masud, Pejabat Eselon II Ditjen Pendis, rektor PTKIN, Kapinmas Rudi Subiyantoro dan Karo Umum Syafrizal. Demikian dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Menteri Agama dalam pesannya mengatakan ia merasa terharu, karena sampai saat ini dan mungkin sulit terjadi dirinya bisa sekolah di luar negeri, dan hari ini harus melepas calon doktor ke luar negeri. Ia mengaku, dirinya bukanlah profil yang patut ditiru terkait dengan pencapaian di bidang pendidikan tinggi, karena aktivitasnya di dunia sosial dan politik, hingga untuk membuat penulisan akhir studinya pun harus tersendat-sendat. 

Menag bersyukur, program 5.000 Doktor sudah mulai direalisasikan, kepada peserta penerima beasiswa Menag menyampaikan lima pesan. Ia berharap setiap kita bisa memegangi lima hal ini.  

“Bersyukurlah, karena banyak saudara kita di luar yang belum punya kesempatan sebaik saudara sekalian penerima beasiswa,” kata Menag. 

Pertama, jaga betul nawaitu kita, bahwa niat kita berstudi, lakukan lakukan studi, konsentrasi pada studi. Kedua, khususnya bagi penerima beasiswa ke luar negeri, mohon jangan mudah kagetan terlebih yang baru ke luar negeri yang dari sisi peradaban dan budayanya memiki sejarah panjang dari bangsa kita. Menjadi mudah melecehkan negara kita sendiri seakan yag diluar negeri hebat, sehingga terbangun sikap merendahkan tanah air. 

“Pesan saya, tetaplah berperilaku arif, karena ilmu pengetahuna seperti itu. Jangan terkaget-kaget dengan sesuatu yang baru,” ujar Menag. 

Ketiga, tetap jaga nama baik bangsa, dan bagi penerima beasiswa yang di dalam negeri juga luar negeri, Menag mengingatkan  bahwa kita mendapat kesempatan ini tidak cuma-cuma, tolong bawa nama baik bangsa di mana pun kita berada.

“Jaga betul sikap tindakan dan perilaku sehari-hari, karena kita sedang menjalani studi membawa nama bangsa,” ucap Menag. 

Keempat, selama di luar negeri dan dalam negeri, tidak hanya membangun jejaring dengan profesor yang sifatnya personal juga membangun jaringan yang bersifat kelembagaan, karena beasiswa yang diterima bukan atas perseorangan tapi lembaga. Karena itu akan sangat diperlukan setelah menyelesaikan studi kita. 

Kelima, Menag minta agar penerima beasiswa untuk segera pulang, khususnya di luar negeri karena sangat dibutuhkan di dalam negeri. 

“Juga yang di dalam negeri, kembali cepat ke keluarga masing-masing. Karenanya harus cepat menyelesaikan studi. Karena negara kita menunggu dan menanti kiprah saudara sekalian setelah menyelesaikan studi,” kata Menag.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam keterangannya menyampaikan, bahwa tahun 2015 ada 1.074 orang yang tahun ini menerima Beasiswa Kementerian Agama. Mereka akan berangkat studi di universitas prestisius dalam negeri, dan sebagian lagi akan berdiaspora ke seluruh antero dunia.

Di antara mereka ini yang akan melanjutkan studi ke Australia sebanyak 19 orang. Belanda ada 14 orang. Perancis 13 orang dan Inggris 7 orang. Sudan, Malaysia, dan Saudi Arabia masing-masing ada 6 orang. Memilih Jepang sebagai tujuan studi ada 4 orang. Kanada sebanyak 3 orang, Turki 2 orang, dan Jerman 1 orang. Red: Mukafi Niam

“Kami optimis keberhasilan rekruitmen dan seleksi tahun ini akan berdampak besar pada peningkatan jumlah pendaftar pada tahun yang akan datang,” ujar Kamaruddin. Red: Mukafi Niam

Sumber: NU Online

%d bloggers like this:
:)