Menag Upayakan Awal Ramadhan Bersamaan

Semarang, NU Online
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin mengupayakan awal Ramadhan tahun 1436 tak ada yang berbeda. Ia telah mendatangi kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta dan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta.

Tak hanya kedua Ormas itu, ia juga telah menemui dan menjalin komunikasi intensif dengan seluruh ormas Islam di Indonesia.

Diwawancarai usai membuka “Halaqah Pengembangan Leadership Pimpinan Pondok Pesantren” yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag RI di Hotel Aston Semarang, Sabtu, (13/6) Menag mengatakan akan terus berupaya serius membuat semua ormas Islam menyepakati kalender hijriyah agar tidak ada lagi perbedaan.

“Kami mengupayakan serius agar setiap awal Ramadhan bersamaan. Juga untuk hari lain. Kami usahakan titik temu untuk menyepakati pembuatan kalender Hijriyah,” tuturnya.

Ia ungkapkan, para ahli ilmu falak dan astronomi telah dia kumpulkan dan diminta kajiannya. Kemenag ingin menawarkan standarisasi penentuan tanggal qomariyah agar dengan metode apa pun bisa dihasilkan mufakat.

Dari usulan yang telah dikaji, standarisasi yang diharapkan itu meliputi penentuan berapa derajat ketinggilan hilal, berapa lama ketentuan hilal dilihat, dan  model penghitungan maupun pengamatannya. Apabila sudah bisa disepakati dan menjadi standar, maka ia yakin tidak akan ada lagi perbedaan.

“Kami usulkan ada standar yang bisa disepakati. Misalnya ketinggian derajat hilal. Semua metode penghitungan dan pengamatan ingin kami musyawarahkan agar tiada lagi perbedaan,” tandasnya penuh harap.

Pemerintah dan elemen umat Islam terus berupaya untuk menyatukan pandangan. Apabila ada kelompok atau perorangan yang memiliki pedoman berbeda dan menerapkan perhitungannya sendiri, ia harap tak dijadikan konsumsi public, melainkan untuk dipakai sendiri.

Untuk itu ia berharap pihak yang berpotensi berbeda mau ikut bergabung rembugan dengan musyawarah ormas Islam yang terus digelar Kemenag.

Lebih lanjut ia menegaskan, sidang itsbat tahun ini akan digelar tertutup, sesuai masukan dari pelbagai ormas Islam. Sidang akan digelar pada 18 Juni mendatang, di Jakarta.

“Kami akan gelar sidang itsbat tanggal 18 Juni nanti. Sidangnya tertutup sesuai masukan dari ormas-ormas Islam,” pungkasnya. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: