Mengenal Psikosomatik Pengganggu Kualitas Hidup

Sidoarjo,
Psikosomatik atau somatisasi merupakan penyakit fisik yang disebabkan oleh pikiran negatif atau masalah emosi. Dengan adanya Hal ini dapat menyebabkan fisik manusia menjadi terganggu. Gangguan tersebut akan diteruskan sebagai gangguan fisik badan secara menetap, bisa kronis bahkan sampai mengganggu hidup individu tersebut.

Menurut Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy, keluhan psikosomatik merupakan keluhan yang paling banyak dialami para pasien. Keluhan fisik tersebut mencapai 19,7-22 persen dan mengalami gangguan somatisasi hingga akhirnya mengganggu kualitas hidup pasien.

Sedangkan gangguan somatisasi disebabkan oleh banyak faktor baik dari dalam atau luar diri individu yang mengalami gangguan. Sehingga kebanyakan pasien datang ke pelayanan primer dan langsung menemui dokter.
 
Pasien yang mengalami gangguan psikosomatik atau somatisasi akan berangkat ke dokter berulang-ulang (doctor shopping) dengan keluhan bervariasi. Keluhan bisa sama bisa juga berubah-ubah. Bahkan yang paling khas menyangkal bahwa keluhannya berhubungan dengan masalah pribadi, akan diperiksa fisiknya secara berulang-ulang untuk memastikan sakit yang sebenarnya. Sehingga didapatkan semua hasil pemeriksaan dalam batas normal.

“Dengan demikian, apa yang terjadi dalam tubuh seseorang timbul dari dua hal bersinergi yaitu jiwa dan bodi. Peristiwa yang mengganggu jiwa memang dipastikan akan menimbulkan efek pada fisik atau badan seperti berdebar, keringat dingin, mual, pusing dan sebagainya. Namun, dengan sadar dan kontrol jiwa yang tepat, keluhan fisik tersebut akan hilang dengan sendirinya,” kata dokter dari salah satu rumah sakit NU tersebut Sabtu (14/11).

Lebih lanjut dr Silvy menjelaskan, keluhan yang paling sering dilaporkan kepada dokter dan tidak ditemukan bukti gangguan fisik setelah pemeriksaan medis yaitu jantung, saluran cerna atas dan bawah, sistem pernafasan dan sebagainya.

“Hal ini terbukti dalam medis, dimana kesehatan jiwa merupakan komponen utama dalam munculnya sebuah keluhan fisik yang secara pemeriksaan fisik ditemukan semua dalam batas normal dan dikenal dengan istilah psikosomatik atau somatisasi. Oleh karena itu, jiwa yang tulus, ikhlas, berfikir positif dan selalu bersyukur adalah sumber kesehatan jiwa dan raga. Sebab, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat dan di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat,” ujar dr Silvy. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Teks foto; dr Silvy saat memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien

Sumber: NU Online

%d bloggers like this: